Jejak Gombloh di Surabaya, Karya dan Namanya Abadi

Jejak Gombloh di Surabaya, Karya dan Namanya Abadi © mili.id

Patung Gombloh di Surabaya (Foto-foto: Arsa/mili.id)

Surabaya, mili.id - Jejak Gombloh di Surabaya terpampang cukup jelas.

Penyanyi legendaris Indonesia itu memang mengawali kariernya dari Kota Pahlawan, meski ia dilahirkan di Tawangsari, Jombang pada 12 Juli 1948 silam.

Baca juga: Almarhum Gombloh Terima Bintang Budaya Paramadharma dari Presiden Prabowo

Salah satu lagu milik Gombloh, yaitu Kebyar-Kebyar, abadi hingga saat ini.

Setelah meninggal 9 Januari 1988 akibat penyakit paru-paru, jenazah Gombloh dimakamkan di Komplek Pemakaman Islam Tembok, Jalan Kalibutuh Surabaya.

Makam Gombloh di SurabayaMakam Gombloh di Surabaya

Kondisi makam Gombloh cukup terawat dan bersih.

"Area makam setiap hari selalu kami bersihkan mas. Pihak keluarga (Gombloh) juga menyewa tukang bersih-bersih pribadi untuk membersihkan makamnya," terang Fian, sang juru kunci makam ketika ditemui mili.id, Rabu (27/8/2025).

Menurut Fian, di hari tertentu atau bila ada event, biasanya petugas dari Pemkot Surabaya hingga komunitas pecinta Gombloh selalu ziarah.

Makam Gombloh di SurabayaMakam Gombloh di Surabaya

"Biasanya (dari) pemkot. Kalau nggak dari komunitas datang ziarah ke sini mas. Ndak setiap hari, tapi hanya di hari-hari tertentu saja," tambahnya.

Jejak lain dari Gombloh juga terpampang di Museum Surabaya.

Patung perunggu penyanyi bernama asli Soedjarwoto Soemarsono dipamerkan di samping Museum Surabaya.

Baca juga: Kebiasaan Nyeleneh Gombloh Membagikan Bra ke PSK Dolly

Patung tersebut disandingkan dengan alat musik yang pernah dipakai Gombloh.

Namanya juga abadi di sana, tertera bersama penyanyi, band dan musisi kenamaan asal Surabaya, baik yang sudah meninggal maupun masih eksis hingga sekarang.

Gombloh Terima Penghargaan Bintang Budaya Paramadharma

Almarhum Gombloh menjadi salah satu tokoh yang menerima penghargaan Bintang Budaya Paramadharma dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Anugerah Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia itu diberikan Presiden Prabowo kepada 117 tokoh di Istana Negara, Jakarta pada Senin (25/8/2025) lalu.

Penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 73,74,75,76,77 dan 78/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan.

Adapun tokoh yang diberikan anugerah kehormatan tersebut terdiri dari politikus, musikus, hingga prajurit.

Total ada 141 tokoh yang mendapatkan tanda kehormatan dari Presiden Prabowo.

Bintang Budaya Paramadharma merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang berakhlak baik dan berjasa besar di bidang kebudayaan nasional.

Daftar Penerima Bintang Budaya Paramadharma:
1. Ja'un S. Mihardja
2. Slamet Rahardjo Djarot T
3. Waldjinah
4. I Nyoman Nuarta
5. Almarhum Letkol Caj Tituler Muhammad Idris Sardi
6. Almarhum Mochtar Lubis
7. Sukmono Hadi
8. Almarhum Soedjarwoto Soemarsono (Gombloh).

Gombloh, karya dan namanya abadi.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait