Nilai Tukar Rupiah Melemah Hari Ini, Berikut yang Jadi Penyebab

Nilai Tukar Rupiah Melemah Hari Ini, Berikut yang Jadi Penyebab © mili.id

Uang rupiah Indonesia. (Dok. Wikipedia).

Surabaya, mili.id - Nilai tukar rupiah melemah hari ini, Kamis (25/9/2025).

Ini setelah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan.

Baca juga: Pemerintah Intens Bahas Pelemahan Rupiah, Koordinasi Fiskal dan Moneter Diperkuat

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah berada di level Rp16.735/US$ atau melemah 0,39%.

Sejak awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 0,12% Rp16.690/US$ hingga seiring berjalannya perdagangan pelemahan rupiah berlanjut hingga sempat menyentuh level Rp16.755/US$.

Meskipun saat ini pelemahan rupiah sedikit berkurang.

Melemahnya nilai tukar rupiah, membuat sejumlah bank telah menjual dolar dengan harga tinggi, mayoritas telah mendekati nilai tukar Rp17.000/US$ dan tercatat setidaknya satu bank asing telah melewati angka psikologis tersebut.

Mengutip data nilai tukar di laman resmi perusahaan, Bank MUFG Cabang Jakarta telah menjual US$ 1 di harga Rp17.025, dan menawarkan membeli dolar AS di harga Rp16.425 atau dengan spread margin Rp600.

Sementara itu sejumlah bank asing lain juga mematok harga dolar yang relatif tinggi.

Bank asing asal Inggris, Bank HSBC Indonesia, menjual dolar di harga Rp16.980 dan membeli di harga Rp16.510 dengan spread margin Rp470.

Bank DBS menjual dolar diharga Rp16.923 dan membeli di harga Rp16.583 atau spread margin Rp340.

UOB diketahui menjual dolar diharga Rp16.909 dan membeli Rp16.391 dan memiliki spread margin Rp518.

Bank asing yang menjual dolar dengan harga lebih murah adalah OCBC dan JTrust.

Baca juga: “Prabowo Puji PDIP Jadi Penyeimbang Pemerintah, Singgung Demokrasi di Tengah Gejolak Ekonomi”

OCBC menjual dolar diharga Rp16.860, membeli diharga Rp16.583 dengan spread margin Rp277.

Sedangkan JTrust menjual diharga Rp16.720 dan membeli diharga Rp16.630 atau dengan spread margin Rp90.

Bank BUMN dan bank swasta nasional menawarkan harga jual yang lebih kompetitif dari mayoritas bank asing.

BRI diketahui menjual dolar diharga Rp16.850, membeli diharga Rp16.650 dengan spread margin Rp200.

BNI diketahui menjual dolar diharga Rp16.855, membeli diharga Rp16.600 dengan spread margin Rp250.

Bank Mandiri menjual dolar diharga Rp16.830, membeli diharga Rp16.480 dengan spread margin Rp350.

Baca juga: Update Harga Pangan Papua Barat: Minyak Goreng Curah Tertinggi Kenaikan

Berikut penyebab lemahnya rupiah:

Menurut Ekonom UOB Kayhian, Surya Wijaksana, pelemahan rupiah tidak lepas dari derasnya arus keluar modal asing serta kondisi pasar keuangan domestik yang kurang kondusif.

"Kalau kita lihat, capital outflow terus terjadi. CDS naik dari 70 ke 81. Memang DXY masih di kisaran 97-98, tetapi faktor internal cukup besar. Saat ini porsi bond holding lebih banyak di bank domestik. Iklim investasi tampaknya juga belum kondusif karena banyak perubahan kebijakan, ditambah spread suku bunga dengan AS yang makin kecil. Mungkin juga ada outflow dari investor lokal," jelas Surya.

Selain itu, menurut Rully Wisnubroto, Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Indonesia, tekanan pada rupiah muncul dari faktor kebijakan fiskal.

"Saat ini memang sentimen dipengaruhi oleh kekhawatiran akan kebijakan fiskal yang ditempuh Menkeu baru yang terlalu agresif dan kurang memperhatikan kehati-hatian, terlihat dari CDS 5Y Indonesia yang terus naik," katanya.

Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menambahkan bahwa peningkatan tajam pada Credit Default Swap (CDS) Indonesia menjadi salah satu indikator utama melemahnya persepsi risiko investor terhadap Indonesia.

Editor : Zain Ahmad



Berita Terkait