Dukungan APVOKASI Jatim Agar Kota Surabaya Masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO

Dukungan APVOKASI Jatim Agar Kota Surabaya Masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO © mili.id

Ki-ka : Sidharta Praditya Revienda, Jamhadi, Junaidi (Kasubag Kerjasama Bagian Hukum Pemkot Surabaya)

Mili.id - Kota Surabaya harus mampu masuk dalam jejaring Kota Kreatif UNESCO. Demikian kalimat yang terucap dari Dr Ir Jamhadi, MBA, dalam suatu percakapan dengan Sidharta Praditya Revienda Putra, S.H., M.H, selaku Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, pada Selasa siang, 16 Agustus 2022. Harapan Jamhadi supaya Kota Surabaya masuk jejaring Kota Kreatif UNESCO bukan kali ini saja disampaikan.

Dalam beberapa kesempatan, baik itu dalam forum resmi atau sekadar ngopi bareng, Jamhadi tak henti-hentinya menyinggung impiannya agar Surabaya menjadi salah satu Kota yang tercatat dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO atau dalam bahasa Inggris disebut UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Tentu, untuk mencapai itu, butuh kerjasama dan dukungan dari semua pihak, tidak cukup diinisiasi oleh Pemkot Surabaya.

Baca juga: Truk Tutup Trotoar, Disabilitas Terhalang, Keselamatan Pejalan Kaki Terancam

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Jamhadi bersama insan kreatif Kota Surabaya ialah berdirinya Surabaya Creative City Forum (SCCF). SCCF dideklarasikan pada 4 Januari 2016 silam, dengan dipelopori oleh IWAPI, HIPMI, KADIN, DPRD Surabaya, Pemkot Surabaya, dan sejumlah komunitas kreatif di Surabaya. Selain Jamhadi, nama yang kerap memperjuangkan Surabaya masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO melalui SCCF ialah Samsul Hadi atau akrab disapa Cak Samsul. Beliau didapuk menjadi Ketua SCCF, namun dalam perjalanannya, takdir berkata lain. Cak Samsul meninggal dunia pada Rabu, 2 Juni 2022.

Sepeninggal Cak Samsul, Jamhadi tetap berpegang teguh pada impiannya untuk membawa Kota Surabaya masuk dalam jejaring Kota Kreatif UNESCO. Bersama dengan APVOKASI (Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia) Jawa Timur, Jamhadi mulai melakukan kajian. Proses kajian itu ditindaklanjuti kepada Sidharta Praditya Revienda.

Dalam percakapan yang berlangsung gayeng di ruangan Kabag Hukum Pemkot Surabaya, muncul pertanyaan, apa keuntungan jika suatu kota masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO ?

“UCCN adalah proyek UNESCO yang didirikan pada tahun 2004 untuk mempromosikan kerja sama antar kota dengan menilai dan menghargai kreativitas sebagai faktor utama dalam pengembangan kota. Jika masuk UCCN, Kota Surabaya bisa memperkuat kerjasama internasional diantara kota-kota yang telah menjadi anggota UCCN, sehingga Kota Surabaya bisa mempromosikan potensinya di tingkat dunia, baik itu potensi kreativitas maupun wisatanya. Promosi melalui pameran, workshop, kompetisi, festival, dan sebagainya,” kata Jamhadi, yang saat ini jadi Ketua APVOKASI Jawa Timur.

Jika Kota Surabaya masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO, kata Jamhadi, akan memiliki multiplier effect yang cukup besar. Okupansi perhotelan akan tumbuh, bisnis UMKM akan meningkat, sektor-sektor kreatif akan terdongkrak, dan terpenting ialah ekosistem sektor kreatif yang terdaftar di UCCN akan terpantau langsung oleh badan dunia.

Baca juga: Radial Road Lontar Resmi Dibuka, Akses Surabaya Barat Membaik

Namun demikian, butuh komitmen dari semua pihak untuk mencapai itu. Komitmen bagi Kota Kreatif UCCN harus diwujudkan dalam sinergi antar seluruh pemangku (stakeholder), yang disebut quatro helix yang terdiri dari Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah atau disingkat ABCG.

Sampai saat ini, di Indonesia sudah ada 4 kota yang telah menjadi anggota UCCN. Yakni Pekalongan sebagai Kota Kriya atau Seni Rakyat yang dinobatkan pada tahun 2014, Bandung sebagai Kota Desain yang dinobatkan pada tahun 2015, Ambon sebagai Kota Musik pada tahun 2019, dan Jakarta sebagai Kota Sastra yang terdaftar pada tahun 2021. Total kota yang di seluruh dunia yang masuk dalam UCCN ada 295 kota dari 90 negara.

Menurut Jamhadi, banyak kota-kota di dunia berlomba-lomba supaya bisa masuk dalam UCCN. Sebab, Jejaring Kota Kreatif adalah mitra istimewa UNESCO yang tidak hanya sebagai platform untuk merefleksikan kreativitas pendorong pembangunan berkelanjutan tetapi juga sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai tindakan dan inovasi, terutama untuk implementasi Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Inspektorat Bergerak, Camat-Lurah Abai Terancam Dicopot Eri

Diantara kota di Indonesia yang telah berjuang agar masuk UCCN ialah Ponorogo dengan kesenian Reog, Kota Solo, Bitung, dan sejumlah kota. Jamhadi sangat yakin, Kota Surabaya mampu masuk dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO. Beberapa pilihan sub sektor kreatif yang potensial didaftarkan ke UNESCO dari Kota Surabaya ialah Musik, Kuliner, pertunjukkan, film, fashion, dan lainnya.

Mengakhiri pertemuan tersebut, Sidharta Praditya akan menyampaikan hasil diskusi dengan APVOKASI Jawa Timur ke Walikota Surabaya untuk selanjutnya diadakan pertemuan yang lebih intens dengan mengundang berbagai pihak. Tak lupa juga, akan disampaikan tentang persiapan pembentukan kepengurusan APVOKASI Kota Surabaya. (*)



 

Editor : Redaksi



Berita Terkait