Golkar Mojokerto Gelar Istighosah: Santri Benteng Moral dan Pertahanan Bangsa

Hari Santri 2025

Golkar Mojokerto Gelar Istighosah: Santri Benteng Moral dan Pertahanan Bangsa © mili.id

Golkar Mojokerto Gelar Istighosah dan Refleksi Hari Santri/IST

Mojokerto, mili.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Mojokerto menggelar Istighosah dan Refleksi Hari Santri, Kamis (24/10/2025).

Kegiatan itu dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi bersama sejumlah Ketua DPD Golkar daerah lain seperti Kota Mojokerto, Jombang, Gresik, Lamongan, dan Sidoarjo.

Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap Saat Berburu Target, Polisi Ungkap Empat Lokasi Aksi Pelaku

Hadir pula anggota DPR RI Fraksi Golkar Eko Wahyudi, anggota DPRD Jatim Sumardi.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Golkar untuk merefleksikan peran santri sebagai penjaga moral, persatuan, dan pertahanan bangsa.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menegaskan bahwa nilai-nilai kesantrian adalah pondasi karakter bangsa. Ia juga mengisahkan masa kecilnya yang penuh semangat untuk menimba ilmu agama.

"Dulu itu saya ini pengen mondok, biar bisa ngaji terus jadi guru ngaji, minimal grup TPA la yah, TPA di kampung asik gitu. Saya kecil tahun 70-an, 80-an di kampung-kampung di Mushola habis shubuh, habis magrib. Hari ini saya membutuhkan itu, artinya kita ini karena keikhlasan, karena kita ini punya akhlak, punya karakter, semangat mengabdi. Itu saya merasakan, Allah itu menata diri kita dengan sendirinya,” ujar Ali Mufthi dalam tausiyah refleksinya.

Ali Mufthi menambahkan, karakter santri yang ikhlas dan berakhlak mulia menjadi modal penting dalam mengabdi kepada bangsa dan masyarakat.

Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota

“Santri tidak hanya berjuang di pesantren, tapi juga di berbagai lini kehidupan, termasuk politik, ekonomi, dan sosial,” sambung dia.

Sementara Ketua DPD Golkar Kabupaten Mojokerto, Winajat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Partai Golkar dalam meneladani semangat perjuangan santri yang cinta tanah air dan menjaga keutuhan NKRI.

"Santri adalah penjaga moral bangsa. Golkar melihat nilai-nilai santri, seperti keikhlasan, kesederhanaan, dan semangat pengabdian sebagai dasar membangun politik yang beretika dan berpihak pada rakyat," ungkap Winajat.

Winajat juga menegaskan bahwa refleksi Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat semangat kader Golkar agar terus menebarkan nilai keagamaan, nasionalisme, dan gotong royong dalam setiap kerja politik.

Baca juga: Polres Mojokerto Kota Antisipasi Dini Peredaran Vape Narkoba, Gandeng Vape Store hingga Sekolah

Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada perwakilan 7 santri dari berbagai pondok yang telah menyampaikan aspirasinya terkait hari santri.

Dan pembacaan salawat serta istighosah, sebagai bentuk harapan agar bangsa Indonesia selalu diberi keberkahan dan dijauhkan dari segala bentuk perpecahan.

Kegiatan ini juga mempertegas posisi Partai Golkar sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai religius dan nasionalisme, sejalan dengan spirit Hari Santri.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait