Mili.id — Aktivitas letusan Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, berubah menjadi tragedi setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian letusan yang terjadi saat kawasan gunung masih dipenuhi abu vulkanik dan material berbahaya. Korban terdiri dari dua warga negara asing (WNA) dan satu warga negara Indonesia (WNI).
Peristiwa tersebut mengejutkan banyak pihak karena Gunung Dukono selama ini dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan aktivitas letusan yang hampir terus-menerus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Meski status aktivitas vulkanik sudah berada pada level waspada, sejumlah wisatawan dan pendaki disebut masih belum mendekati area berbahaya.
Baca juga: Kemenhan Revisi Program Pelatihan, Calon Manajer Kopdes Tak Lagi Disiapkan Jadi Komcad
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari otoritas setempat dan laporan detikcom, korban ketiga ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian di sekitar jalur pendakian dan kawasan terdampak letusan. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit akibat kondisi medan yang dipenuhi material vulkanik serta jarak pandang yang terbatas karena abu tebal.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta tim Basarnas diterjunkan untuk mengevakuasi korban sekaligus memastikan tidak ada pendaki lain yang masih berada di zona rawan. Aparat juga memperketat pengawasan di sekitar kawasan Gunung Dukono guna mencegah masyarakat maupun wisatawan memasuki kawasan berbahaya.
Kepala pos pengamatan gunung api mengingatkan bahwa aktivitas Gunung Dukono masih sangat fluktuatif dan dapat mengalami letusan sewaktu-waktu. Masyarakat serta wisatawan diminta mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), termasuk larangan beraktivitas dalam radius tertentu dari kawah aktif.
Baca juga: Prabowo Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Tinjau Pasukan di Satlat Brimob Cikeas
“Gunung Dukono merupakan gunung api aktif yang erupsinya bisa terjadi berkali-kali dalam satu hari. Abu vulkanik dan lontaran material pijar sangat berbahaya bagi siapa pun yang mendekat,” ujar salah satu petugas mengamati gunung api.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesadaran terhadap risiko bencana alam, khususnya di kawasan wisata alam dan gunung api aktif. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus mengimbau wisatawan agar tidak mengabaikan peringatan keselamatan demi menghindari jatuhnya korban jiwa.
Baca juga: Penangkapan 24 Demonstran, LBH Soroti Hak Hukum
Sementara itu, warga sekitar lereng Gunung Dukono diminta untuk tetap mewaspadai potensi hujan abu yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi jika aktivitas vulkanik meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Gunung Dukono sendiri merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia yang berada di Pulau Halmahera. Aktivitas letusannya tercatat hampir tidak pernah berhenti sejak puluhan tahun terakhir, menjadikannya salah satu gunung dengan tingkat aktivitas tertinggi di kawasan timur Indonesia.
Editor : Redaksi
