Mili.id – DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur menggelar forum ilmiah bertajuk bedah buku “Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII” di Gedung Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi perhatian karena menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi dari berbagai latar belakang organisasi Islam besar di Indonesia, mulai dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, hingga kalangan pendidikan tinggi Islam.
Baca juga: Sheraton Surabaya Hadirkan School Holiday Edukatif Bersama Gramedia untuk Keluarga
Forum ini tidak hanya menjadi ajang diskusi akademik mengenai sistem pendidikan LDII, tetapi juga memperlihatkan semangat kolaborasi dan dialog antarormas Islam dalam membangun pendidikan berbasis nilai religius dan profesionalisme di era modern.
Bahas Konsep “Profesional Religius”
Dalam bedah buku tersebut, konsep “profesional religius” menjadi salah satu topik utama yang mendapat sorotan para narasumber.
Konsep itu menekankan pentingnya membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter religius, etika, serta moral yang kuat dalam kehidupan sosial.
Para pembicara menilai tantangan pendidikan masa kini tidak hanya soal kemampuan intelektual, tetapi juga bagaimana membangun sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai spiritual dan kebangsaan.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, pendidikan berbasis karakter dinilai semakin penting untuk menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan integritas moral.
Hadirkan Tokoh NU dan Muhammadiyah
Keterlibatan tokoh dari PBNU maupun PW Muhammadiyah Jawa Timur dalam forum ini menjadi simbol pentingnya ruang dialog antarorganisasi Islam dalam membahas masa depan pendidikan nasional.
Perbedaan latar belakang organisasi tidak menjadi penghalang untuk membangun kerja sama dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan mengenai penguatan pendidikan karakter, tantangan generasi muda, hingga pentingnya membangun budaya literasi dan moderasi beragama di lingkungan pendidikan.
Baca juga: FK UWKS Perkuat Pengendalian Tuberkulosis Melalui Edukasi Nutrisi Berbasis Komunitas di Sumenep
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa isu pendidikan dapat menjadi titik temu berbagai elemen masyarakat dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Bangsa
Dalam forum tersebut, pendidikan disebut sebagai fondasi utama dalam membentuk masa depan bangsa. Karena itu, diperlukan sistem pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul secara intelektual sekaligus kuat secara moral dan spiritual.
Konsep pendidikan “profesional religius” dinilai menjadi salah satu jawaban menghadapi tantangan era modern yang semakin kompetitif dan penuh perubahan cepat.
Selain kemampuan akademik, generasi muda juga dituntut memiliki karakter disiplin, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta kepedulian sosial yang tinggi.
UINSA Jadi Ruang Dialog Keilmuan
Pemilihan UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai lokasi kegiatan juga dianggap memiliki makna penting karena kampus tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan pemikiran Islam moderat dan akademik di Jawa Timur.
Baca juga: Penangkapan 24 Demonstran, LBH Soroti Hak Hukum
Forum ilmiah seperti ini diharapkan mampu memperkuat budaya diskusi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan antarorganisasi Islam maupun kalangan akademisi.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan membangun semangat kebersamaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Dorong Kolaborasi Antarormas
Melalui kegiatan ini, LDII Jawa Timur ingin menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk organisasi keagamaan, akademisi, pemerintah, dan masyarakat.
Kolaborasi lintas organisasi dinilai penting agar pendidikan di Indonesia tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter generasi yang berintegritas dan berdaya saing global.
Bedah buku di UINSA Surabaya tersebut pun menjadi simbol bahwa dialog, kolaborasi, dan pertukaran pemikiran tetap menjadi jalan penting dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif dan berkualitas.
Editor : Redaksi
