200 Siswa Surabaya Keracunan MBG, BGN Bakal Jatuhkan Sanksi

200 Siswa Surabaya Keracunan MBG, BGN Bakal Jatuhkan Sanksi © mili.id

Mili.id – Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur sekaligus Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) akan memberikan sanksi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti bermasalah dalam pelaksanaan program MBG.

Pernyataan itu disampaikan menyusul insiden keracunan massal yang dialami sekitar 200 siswa TK, SD, dan SMP di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, setelah mengonsumsi makanan dari SPPG setempat.

Baca juga: Ribuan Pegawai SPPG di Tasikmalaya Minta Program MBG Tetap Berlanjut

“Kewenangan pemberian sanksi tentu dilakukan secara kolektif, tetapi utamanya oleh BGN,” ujar Emil usai rapat paripurna di Kantor DPRD Jawa Timur, Senin (11/5/2026).

Menurut Emil, pemberian sanksi akan dilakukan setelah proses investigasi dan evaluasi selesai dilakukan. BGN juga akan melakukan pengawasan lanjutan terhadap SPPG yang dikenai sanksi guna memastikan adanya perbaikan standar pelayanan dan keamanan pangan.

Meski demikian, Emil belum merinci jumlah SPPG yang pernah mengalami permasalahan serupa. Ia menyebut fokus utama saat ini adalah penanganan kasus keracunan di Surabaya.

Baca juga: BGN Hentikan Sementara Program MBG Saat Libur Sekolah, Potensi Hemat Anggaran Rp3 Triliun

Sementara itu, dugaan awal mengarah pada menu olahan daging krengsengan yang disajikan dalam program MBG. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alifa Najla menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan memastikan pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban.

Di sisi lain, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo mengatakan dapur SPPG Tembok Dukuh ditutup sementara selama proses evaluasi berlangsung.

Baca juga: BGN Rombak Tata Kelola MBG, Insentif Dapur Tak Lagi Seragam dan Pegawai Dilarang Miliki SPPG

“Kami evaluasi terlebih dahulu dan untuk sementara dapur ditutup,” kata Teguh.

SPPG Tembok Dukuh diketahui mulai beroperasi sejak 2 Februari 2026 dan melayani distribusi ribuan porsi MBG ke 13 sekolah di wilayah Surabaya. Setelah insiden terjadi, distribusi makanan langsung dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Editor : Redaksi



Berita Terkait