Mili.id— Hari Raya Idul Adha menjadi musim sibuk bagi Karyono (45), seorang tukang jagal hewan kurban bersertifikat halal yang telah lebih dari dua dekade menekuni profesi tersebut. Setiap tahun, ia berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain di wilayah Jakarta untuk memenuhi permintaan penyembelihan hewan kurban.
Keahlian menyembelih hewan kurban sudah dipelajari Karyono sejak muda saat menempuh pendidikan di pesantren. Kemampuannya kemudian diperkuat dengan mengikuti pelatihan juru sembelih halal (Juleha), sehingga proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat dan standar halal.
Baca juga: Libur Panjang, Polres Blitar Intensifkan Patroli di Lokasi Wisata
Pada Idul Adha tahun ini, Karyono berkeliling ke sejumlah titik di Jakarta Barat hingga Jakarta Utara, mulai dari kawasan Pekojan sampai Muara Angke.
Menurut Karyono, kebutuhan panitia kurban berbeda-beda di setiap tempat. Ada yang hanya meminta jasa penyembelihan, namun ada juga yang membutuhkan tenaga hingga proses pemotongan dan distribusi daging selesai.
“Ketika panitia hanya sekadar membutuhkan pemotongan, ya pemotongan. Ada kalanya memang panitia membutuhkan pemotongan sampai turun daging,” ujar Karyono.
Ia mengaku sebenarnya lebih nyaman bekerja di satu lokasi saja. Namun, tingginya kebutuhan masyarakat membuat dirinya harus berpindah-pindah tempat selama Idul Adha berlangsung.
Selama musim kurban tahun ini, Karyono telah menangani penyembelihan delapan ekor sapi dan sekitar 30 kambing. Meski demikian, jumlah tersebut disebutnya masih lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Warga Lamajang Bandung Begadang Sambut Sapi Kurban Banpres 1,2 Ton dari Prabowo
Selain harus bekerja cepat, proses penyembelihan hewan kurban juga membutuhkan tenaga ekstra karena harus dilakukan secara tepat dan efisien dalam waktu singkat.
Untuk jasa penyembelihan sapi, Karyono mengatakan panitia kurban di Jakarta umumnya memberikan upah sekitar Rp500 ribu per ekor, tergantung jenis pekerjaan dan tingkat kesulitan proses pemotongan.
Editor : Redaksi
