Pemkot Surabaya Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran

Pemkot Surabaya Uji Coba Perlinsos Digital, Dorong Penyaluran Bansos Lebih Tepat Sasaran © mili.id

Mili.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi RI) melakukan uji coba program Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital) sebagai upaya memperkuat penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran, transparan, dan berbasis data.

Sosialisasi dan uji coba tersebut digelar di dua lokasi, yakni Joglo Cak Markeso di Jalan Ketandan Lor dan Kantor Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya. Kegiatan ini turut melibatkan warga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 penerima bantuan sosial.

Baca juga: Salurkan Bansos Rp 5,7 Miliar di Kabupaten Blitar, Khofifah: Jangan untuk Judi Online

Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Komdigi RI, Wijayakusuma Wardana, mengatakan program ini merupakan langkah awal digitalisasi sistem bansos nasional melalui integrasi data kependudukan dan verifikasi biometrik.

“Kami menerapkan verifikasi wajah dan data kependudukan untuk memastikan kelayakan penerima bantuan,” ujarnya.

Program ini juga melibatkan kolaborasi lintas lembaga, termasuk Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Dukcapil, yang mendukung integrasi data kependudukan nasional.

Surabaya Jadi Pilot Project Nasional

Plh Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDLN) Ditjen Dukcapil Kemendagri, Mensuseno, menyebut Kota Surabaya dipilih sebagai salah satu kota percontohan (pilot project) implementasi Perlinsos Digital.

Dalam penerapannya, warga tidak harus memiliki perangkat digital. Pemerintah telah menyiapkan agen pendamping yang terdiri dari ASN, Ketua RT/RW, hingga petugas kelurahan untuk membantu proses pendaftaran.

Baca juga: DPRD Surabaya Dukung Optimalisasi DTKS untuk Akurasi Penerima Bantuan

Bagi warga yang memiliki perangkat, pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri melalui situs resmi Perlinsos Digital dan terhubung dengan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Verifikasi Data dan Transparansi Bansos

Kepala Dinas Kominfo Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan sistem ini akan mengintegrasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Dengan sistem tersebut, kelayakan penerima bansos akan ditentukan berdasarkan data aset dan kondisi ekonomi yang telah terintegrasi. Warga juga diberikan ruang untuk melakukan sanggahan apabila terdapat ketidaksesuaian data.

Baca juga: Wabup Situbondo Salurkan Bansos PKH Plus Lansia Tahap I

“Tujuannya agar penyaluran bansos lebih objektif dan mengurangi potensi penyimpangan,” kata Eddy.

12.500 Agen Pendamping Disiapkan

Pemkot Surabaya menyiapkan sekitar 12.500 agen pendamping yang terdiri dari ASN, RT/RW, dan perangkat kelurahan untuk membantu warga yang kesulitan mengakses sistem digital.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial serta mengurangi praktik tidak tepat sasaran dalam distribusi bansos.

Editor : Redaksi



Berita Terkait