ESDM Buka Peluang Penurunan Harga BBM Non-Subsidi Seiring Merosotnya Harga Minyak Dunia

ESDM Buka Peluang Penurunan Harga BBM Non-Subsidi Seiring Merosotnya Harga Minyak Dunia © mili.id

Mili.id – Penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa hari terakhir membuka peluang turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia, termasuk Pertamax dan produk sejenis yang dipasarkan badan usaha swasta.

Tren penurunan harga minyak terjadi setelah meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan damai kedua negara dinilai memberikan kepastian terhadap pasokan energi global, terutama dengan rencana dibukanya kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.

Baca juga: Bahlil Bantah Krisis Batu Bara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik, Sebut Gangguan Mesin Biang Keladinya

Data pasar menunjukkan harga minyak mentah Brent turun hingga US$78,96 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$76,05 per barel. Angka tersebut menjadi salah satu yang terendah dalam tiga bulan terakhir.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menjelaskan bahwa harga BBM non-subsidi pada dasarnya mengikuti perkembangan harga pasar dan mengacu pada mekanisme yang telah diatur pemerintah.

Menurutnya, ketika harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, harga BBM non-subsidi juga berpotensi mengalami penyesuaian ke bawah. Sebaliknya, kenaikan harga minyak global akan berdampak pada kenaikan harga BBM sesuai perhitungan keekonomian.

Baca juga: Investor China Surati Presiden Prabowo, Protes Keras Aturan Ketat hingga Dugaan Pemerasan

“BBM non-subsidi mengikuti mekanisme pasar. Ketika harga minyak dunia turun, maka ada peluang dilakukan penyesuaian harga ke arah yang lebih rendah,” ujarnya.

Anggia menambahkan, kebijakan penyesuaian harga diperlukan untuk menjaga keberlangsungan penyediaan energi nasional. Karena itu, harga BBM non-subsidi tidak dapat dipisahkan dari dinamika harga minyak mentah di pasar internasional.

Kendati demikian, pemerintah belum mengumumkan besaran maupun waktu penyesuaian harga BBM non-subsidi. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta ketentuan yang berlaku.

Baca juga: BBM Non-Subsidi Pertamina Kompak Naik: Pertamina Dex Kini Tembus Rp27.900 per Liter

Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap berada dalam skema yang berbeda dan tidak secara langsung mengikuti fluktuasi harga minyak mentah global.

Dengan tren penurunan harga minyak dunia yang masih berlangsung, masyarakat kini menantikan kemungkinan turunnya harga BBM non-subsidi dalam waktu dekat.

Editor : Redaksi



Berita Terkait