Mili.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). drg. Wahyuni Dyah Parmasari, Sp.Ort., dosen sekaligus praktisi ortodonti, berhasil meraih gelar doktor dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga setelah menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu relatif singkat, yaitu 2 tahun 4 bulan.
Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena diraih melalui penelitian yang mengangkat isu penting dalam bidang pertumbuhan dan perkembangan kraniofasial, ortodonti, serta biomolekuler tulang. Dalam sidang terbuka promosi doktor, Wahyuni mempertahankan disertasinya yang berjudul “Mekanisme Pembentukan Tulang Kraniofasial Anak dari Induk Tikus dengan Status Defisiensi Vitamin D (Penelitian Eksperimental Laboratoris In Vivo Rattus norvegicus)”.
Baca juga: Legislator Dukung Perubahan Nama Prodi Teknik Jadi Rekayasa demi Daya Saing Global
Penelitian ini mengkaji bagaimana kondisi defisiensi vitamin D pada induk dapat memengaruhi proses pembentukan tulang kraniofasial pada keturunannya. Topik tersebut dinilai strategis karena vitamin D memiliki peran penting dalam pertumbuhan tulang, perkembangan jaringan keras, serta kesehatan rongga mulut dan wajah sejak masa awal kehidupan.
Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan yang digunakan. Tidak hanya menilai perubahan morfologi tulang, penelitian ini mengintegrasikan empat pendekatan ilmiah sekaligus, yaitu analisis antropometri kraniofasial, evaluasi aktivitas Hypothalamic-Pituitary-Adrenal Axis (HPA Axis), pemeriksaan mikroarsitektur tulang menggunakan teknologi Micro-Computed Tomography (Micro-CT), serta analisis biomarker molekuler yang berperan dalam proses osteogenesis.
Melalui kombinasi metode tersebut, penelitian mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai mekanisme biologis pembentukan tulang kraniofasial pada keturunan yang berasal dari induk dengan status defisiensi vitamin D. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah bagi pengembangan strategi pencegahan dan intervensi dini terhadap gangguan pertumbuhan kraniofasial pada anak.
Baca juga: Prabowo Gelar Dialog Istana dengan 1.200 Akademisi, Soroti Peran Sosial Humaniora
Selain aktif dalam pendidikan dan penelitian, Wahyuni juga dikenal produktif dalam menghasilkan karya ilmiah. Hingga saat ini, ia telah menghasilkan 3 publikasi internasional, 63 publikasi nasional, serta 16 buku ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan ilmu kedokteran gigi dan kesehatan.
Sidang promosi doktor dipimpin oleh Muhammad Luthfi selaku Ketua Sidang. Adapun tim penguji terdiri atas para pakar dari berbagai disiplin ilmu kedokteran gigi dan kesehatan, antara lain Theresia Indah Budhy, I Gusti Aju Wahju Ardani, Ida Bagus Narmada, Reza Al Fessi, Gilang Rasuna Sabdho Wening, Maretaningtias Dwi Ariani, Mega Moeharyono Puteri, serta Nia Ayu Ismaniati.
Keberhasilan menyelesaikan pendidikan doktor dalam waktu 2 tahun 4 bulan menjadi bukti dedikasi, konsistensi, dan kapasitas akademik yang tinggi. Capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memperkuat kontribusi Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dalam menghasilkan sumber daya akademik unggul yang mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pelayanan kesehatan berbasis bukti ilmiah.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap kesehatan ibu dan anak, penelitian ini diharapkan dapat membuka wawasan baru mengenai pentingnya kecukupan vitamin D selama kehamilan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kualitas pertumbuhan tulang dan perkembangan kraniofasial generasi mendatang.
Editor : Redaksi
