Hong Myung-bo Mundur usai Korea Selatan Gagal Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026

Hong Myung-bo Mundur usai Korea Selatan Gagal Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026 © mili.id

Mili.id – Tim Nasional Korea Selatan dipastikan melakukan pergantian pelatih setelah gagal melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala sehari setelah Taeguk Warriors dipastikan tersingkir dari turnamen.

Pelatih berusia 57 tahun itu menyampaikan permohonan maaf kepada publik sepak bola Korea Selatan atas kegagalan tim memenuhi target di ajang empat tahunan tersebut. Ia menyatakan keputusan mundur diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas hasil yang diraih tim selama fase grup.

Baca juga: Gol Dramatis Eustaquio di Menit 90+2 Antar Kanada ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Selama menangani Korea Selatan dalam dua tahun terakhir, Hong mengaku selalu berupaya mengambil keputusan terbaik, mulai dari pemilihan pemain hingga penyusunan strategi pertandingan.

Korea Selatan tergabung di Grup A bersama Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko. Namun, performa Son Heung-min dan rekan-rekannya belum mampu membawa tim melangkah lebih jauh.

Taeguk Warriors menelan dua kekalahan masing-masing 0-1 dari Afrika Selatan dan Meksiko. Satu-satunya kemenangan diraih saat menundukkan Republik Ceko dengan skor 2-1.

Baca juga: Maroko Bangkit Dramatis, Tekuk Haiti 4-2 dan Amankan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Perolehan tiga poin membuat Korea Selatan sempat berharap lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Namun hasil pertandingan di grup lain tidak berpihak sehingga harapan tersebut pupus.

Pengunduran diri Hong menjadi yang kedua sepanjang kariernya menangani tim nasional Korea Selatan setelah sebelumnya juga melepas jabatan pada 2014.

Baca juga: Ronaldo Cetak Sejarah, Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan

Dengan mundurnya Hong, jumlah pelatih yang kehilangan jabatan selama Piala Dunia 2026 bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, pelatih Skotlandia Steve Clarke memilih mundur usai timnya gagal lolos ke fase gugur. Sementara Federasi Sepak Bola Tunisia lebih dulu memecat Sabri Lamouchi setelah kekalahan telak pada laga pembuka dan menggantikannya dengan Herve Renard.

Meski telah melakukan pergantian pelatih, Tunisia tetap gagal memperbaiki performa dan menutup fase grup tanpa kemenangan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait