Kemenhan Tegaskan Video Peserta Merayap di Got Bukan Calon Manajer Kopdes, Narasi Viral Dipastikan Hoaks

Kemenhan Tegaskan Video Peserta Merayap di Got Bukan Calon Manajer Kopdes, Narasi Viral Dipastikan Hoaks © mili.id

Mili.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan video viral yang menampilkan peserta merayap di saluran air dan berlatih menggunakan senjata bukan merupakan kegiatan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan narasi yang beredar di media sosial tersebut merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Baca juga: Kenaikan Dolar Mulai Memakan Korban, Kadin Jatim Minta Pemerintah Realokasi Anggaran KDMP

Menurut Rico, rekaman yang viral merupakan dokumentasi kegiatan pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan bagian dari Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

"Video tersebut bukan dokumentasi kegiatan peserta Program SPPI, melainkan dokumentasi pendidikan Komcad ASN yang disalahartikan," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Baca juga: Ambisi Besar Prabowo Bangun Koperasi Desa, Jutaan Pekerja Ditarget Terserap

Ia menjelaskan, informasi keliru tersebut telah menyebar di berbagai platform media sosial dan media daring sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Kemhan mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menerima informasi serta melakukan verifikasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai maupun menyebarluaskan suatu konten.

Baca juga: Respons Cepat Kodim 0815 Mojokerto Tangani Kecelakaan Kerja di Trowulan, Satu Pekerja Tewas

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah peserta berseragam loreng dan mengenakan helm merayap di saluran air yang tergenang, sementara video lainnya memperlihatkan latihan taktis menggunakan senjata. Adegan tersebut kemudian dikaitkan dengan pelatihan calon manajer Kopdes Merah Putih.

Kemhan menegaskan bahwa narasi tersebut tidak sesuai fakta dan meminta masyarakat menjaga ruang digital dengan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Editor : Redaksi



Berita Terkait