Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton, Bukti Kepercayaan Pasar Global

Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton, Bukti Kepercayaan Pasar Global © mili.id

Mili.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor sebanyak 405 ton produk ikan kaleng yang diproduksi PT Pacific Harvest Indonesia, Banyuwangi, Minggu (6/7). Produk yang diekspor meliputi sarden, makarel, dan tuna dengan tujuan sejumlah negara di Asia, Timur Tengah, hingga Afrika.

Pelepasan ekspor tersebut menjadi bukti meningkatnya daya saing produk olahan perikanan Jawa Timur di pasar internasional sekaligus menunjukkan kepercayaan pasar global yang tetap terjaga. Selain itu, ekspor ini dinilai semakin memperkuat hilirisasi industri perikanan yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat pesisir.

Baca juga: Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan UMKM

Prosesi pelepasan ekspor ditandai dengan pemecahan kendi sebagai simbol pemberangkatan 15 Full Container Load (FCL), masing-masing bermuatan sekitar 27 ton.

Dari total 15 kontainer tersebut, enam kontainer dikirim ke Tanzania, dua kontainer ke Uni Emirat Arab (UAE), satu kontainer ke Albania, tiga kontainer menuju Pelabuhan Dar es Salaam, Tanzania, masing-masing satu kontainer ke Beirut, Lebanon, dan Sihanoukville, Kamboja, serta dua kontainer lainnya dikirim sesuai tujuan ekspor perusahaan.


Gubernur Khofifah mengatakan, di tengah dinamika geopolitik global, kebutuhan terhadap produk pangan siap saji justru menunjukkan tren peningkatan. Kondisi tersebut membuka peluang yang semakin besar bagi industri pengolahan hasil perikanan Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.


"Ternyata ketika berbagai negara mengalami konflik, kebutuhan ikan siap saji semakin tinggi. Tantangan itu justru menjadi peluang besar bagi Pacific Harvest Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Khofifah Dorong Jatim Mendunia Melalui Ajang MANTRA116 Internasional


“Kita berharap pasar ekspornya semakin luas, volumenya semakin besar, industrinya terus bertumbuh, dan manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat Banyuwangi," imbuh Gubernur Khofifah.


Pelepasan ekspor ini dilakukan segera setelah peresmian PT Sunrise Masami International. Dikatakan Gubernur Khofifah, hal ini menjadi bukti penguatan hilirisasi industri perikanan dan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.


"Alhamdulillah kita bersyukur, tadi kita meresmikan Sunrise Masami International yang bergerak di industri kaleng. Saya juga baru tahu ternyata banyak sekali produk yang kemasannya menggunakan kaleng dan  kalengnya masih harus diimpor, termasuk yang digunakan Pacific Harvest ini,” tutur Gubernur Khofifah. 

Baca juga: Penurunan Stunting Terbaik di Pulau Jawa, Khofifah Dianugerahi Penghargaan Persagi


“Sekarang industri substitusi impor itu mulai beroperasi. Ini menjadi harapan baru dan berita baik bagi kita semua, karena setiap investasi pasti mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja," terangnya.


Menurutnya, produksi kaleng di Banyuwangi akan memperbesar peluang ekspor sekaligus memperkuat perekonomian dan daya saing global. Terlebih dengan nilai tambah yang dilakukan lewat proses petik, olah, kemas, dan jual yang biasa digaungkan Gubernur Khofifah.


"Manfaat yang sangat signifikan adalah produk yang sebelumnya diimpor kini sudah diproduksi di Banyuwangi. Harapan kita produksinya terus meningkat sehingga kebutuhan industri lain yang selama ini masih mengimpor kaleng juga bisa dipenuhi dari sini," ujarnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait