Mili.id – Rencana penyesuaian tarif TransJakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 mendapat dukungan dari Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh. Menurutnya, besaran tarif tersebut masih berada dalam batas kewajaran mengingat tarif layanan TransJakarta tidak pernah mengalami kenaikan sejak mulai beroperasi pada 2005.
Nova menjelaskan, usulan kenaikan tarif telah dibahas dalam rapat kerja Komisi B bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, hingga kini belum ada keputusan final karena pemerintah masih diminta menyusun kajian yang lebih komprehensif.
Baca juga: Keliling Jakarta Tanpa Keluar Ongkos, Ini Cara Naik Bus Wisata Gratis dan Rute Lengkapnya
Kajian tersebut mencakup analisis kemampuan masyarakat, kondisi keuangan daerah, hingga pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pengguna TransJakarta sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan.
Menurut Nova, beban subsidi atau Public Service Obligation (PSO) yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta untuk operasional TransJakarta kini mencapai sekitar Rp4 triliun setiap tahun. Di sisi lain, dana transfer dari pemerintah pusat juga mengalami penyesuaian sehingga diperlukan evaluasi terhadap skema pembiayaan transportasi publik.
Baca juga: Halte Tebet Eco Park Rusak Ditabrak Truk, Satu Pintu Transjakarta Ditutup Sementara
Ia menilai, apabila hasil kajian menunjukkan tarif Rp5.000 masih terjangkau bagi masyarakat, maka penyesuaian tersebut layak dipertimbangkan. Selain membantu menjaga keberlanjutan layanan, kenaikan tarif juga diyakini dapat mengurangi beban subsidi pemerintah.
Berdasarkan perhitungan Komisi B DPRD DKI, dengan jumlah pengguna TransJakarta sekitar 1,4 juta penumpang setiap hari, penyesuaian tarif menjadi Rp5.000 berpotensi menghemat anggaran subsidi sebesar Rp400 miliar hingga Rp500 miliar per tahun.
Baca juga: Bus Transjakarta Tabrak Separator, Arus Lalu Lintas MT Haryono Sempat Tersendat
Dana hasil efisiensi tersebut nantinya dapat dialokasikan untuk mendukung berbagai program prioritas, termasuk pengembangan sistem transportasi publik di Jakarta.
Meski demikian, Nova menegaskan bahwa keputusan mengenai kenaikan tarif harus diambil secara hati-hati dan tetap mengedepankan aspirasi masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan tidak memberatkan pengguna layanan.
Editor : Redaksi
