Dishub: Tolak Satu Arah, Jangan Salahkan Pemkot Jika Lontar Macet

Dishub: Tolak Satu Arah, Jangan Salahkan Pemkot Jika Lontar Macet © mili.id

Mili.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membatalkan rencana pemberlakuan sistem satu arah di Jalan Raya Lontar setelah mendapat penolakan dari warga. Kebijakan yang semula disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas pasca dibukanya akses Radial Road Lontar itu dipastikan tidak akan diterapkan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan sistem lalu lintas di Jalan Raya Lontar tetap menggunakan skema dua arah sebagai bentuk penghormatan terhadap aspirasi masyarakat.

Baca juga: Saluran Mampet, Ibu Bersama Dua Anak Tersungkur di Wonokusumo

"Rencana penerapan satu arah di Jalan Raya Lontar dibatalkan karena sangat derasnya desakan warga yang memohon agar jalur tersebut tidak dijadikan satu arah," ujar Trio, Rabu (8/7/2026).

Untuk menguatkan keputusan tersebut, Dishub menggelar rapat koordinasi bersama para Ketua RT dan RW di Kelurahan Lontar pada Rabu malam. Forum itu sekaligus menjadi wadah menyepakati keputusan bersama terkait penataan lalu lintas di kawasan tersebut.

Baca juga: Sidak GION Spa, Pejabat Disbudpar Jatim Bungkam Dikonfirmasi Wartawan

Meski mengikuti keinginan warga, Trio mengingatkan bahwa keputusan mempertahankan sistem dua arah memiliki konsekuensi berupa potensi kemacetan di masa mendatang.

"Kami menginginkan warga berjanji dan sepakat, bahwa kalau ada kemacetan di Jalan Raya Lontar, jangan salahkan pemerintah kota. Karena memang penolakan satu arah ini sudah menjadi keinginan warga," tegasnya.

Baca juga: Truk Halangi Badan Jalan, Mobilitas Warga Terganggu

Menurut Trio, pemerintah sebenarnya berupaya mencari solusi terbaik untuk kelancaran arus lalu lintas. Namun, karena mayoritas warga menilai sistem satu arah akan membuat jarak tempuh menjadi lebih jauh, Pemkot memilih tidak memaksakan kebijakan tersebut.

"Kalau sudah menjadi kesepakatan warga, pemerintah kota hanya memfasilitasi. Jika warga tetap menginginkan dua arah, maka rencana satu arah dibatalkan. Rapat malam ini untuk mematangkan kesepakatan itu," pungkasnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait