CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober

CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober © mili.id

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita optimistis target cakupan 100 persen bisa tercapai pada Oktober 2026.

Mili.id – Pemerintah Kota Mojokerto terus menggenjot pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG). Hingga 19 Juli 2026, capaian program tersebut telah menyentuh 71,5 persen atau sebanyak 102.121 warga dari total sasaran.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita optimistis target cakupan 100 persen bisa tercapai pada Oktober 2026. Keyakinan itu disampaikan saat meninjau pelaksanaan CKG di SMP/SMA Darul Quran, Kecamatan Magersari, kemudian dilanjutkan monitoring dan evaluasi di Puskesmas Gedongan, Kamis (23/7).

Baca juga: Gelap Gulita, Pria 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Lapangan Surodinawan Mojokerto

"Capaian kita sudah 71,5 persen. Ini lebih cepat dari target yang kita tetapkan. Artinya gerakan tenaga kesehatan sangat masif, tidak hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas, tetapi juga turun langsung ke sekolah-sekolah. Sinergi lintas sektor inilah yang mempercepat pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis," ujar Ning Ita.

Menurutnya, capaian tersebut menempatkan Kota Mojokerto jauh di atas target nasional yang ditetapkan sebesar 46 persen. Meski demikian, Pemkot tidak ingin berhenti di angka tersebut dan tetap membidik cakupan penuh bagi seluruh masyarakat.

"Saya selalu menargetkan 100 persen setiap tahun. Tahun lalu kita berhasil mencapainya, maka tahun ini juga harus 100 persen lagi. Kita ingin melesat jauh di atas target nasional karena seluruh masyarakat berhak mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh," tegasnya.

Baca juga: Viral Tiang Provider Berdiri di Pekarangan Tanpa Izin Pemilik Lahan, Warga Mojokerto Minta Segera Dipindahkan

Pemkot Mojokerto menargetkan seluruh sasaran telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis paling lambat Oktober 2026. Setelah itu, pada November hingga Desember, petugas akan melakukan penyisiran terhadap warga yang belum menjalani pemeriksaan.

Program CKG mencakup pemeriksaan kesehatan dasar hingga lanjutan, seperti pemeriksaan fisik, laboratorium, kesehatan mata, rekam jantung (EKG), serta pemeriksaan khusus bagi perempuan berupa skrining IVA dan pemeriksaan hemoglobin (HB). Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi secara dini berbagai penyakit menular maupun tidak menular sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi penyakit, peserta akan langsung mendapatkan rujukan untuk penanganan lanjutan sesuai kondisi masing-masing.

Ning Ita menambahkan, masyarakat Kota Mojokerto juga telah terlindungi melalui program Universal Health Coverage (UHC), sehingga dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan saat membutuhkan pengobatan tanpa harus menunggu pelaksanaan CKG.(Adv-Kom)

Editor : Redaksi



Berita Terkait