Anak Rawat Bapak Menderita Stroke, Sudah Terima Bantuan dari Dinsos Jember

Anak Rawat Bapak Menderita Stroke, Sudah Terima Bantuan dari Dinsos Jember © mili.id

AR dan bapaknya di depan tempat tinggalnya yang tidak layak. (Hatta for Mili.id)

 

Jember - Seorang anak bernama AR(13), rela putus sekolah untuk merawat bapaknya PK(52), yang menderita stroke.

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

Bocah asal Kecamatan Pakusari, Jember itu. Hanya tinggal berdua dengan bapaknya. Saat ditemui di rumahnya, AR saat ditanya kenapa rela putus sekolah dan terakhir duduk di kelas 4 SD.

Karena mengaku kasihan jika harus meninggalkan bapaknya yang sakit dan tidak mampu beraktifitas di rumahnya.

Terkait kondisi yang dialami AR dan bapaknya, Dinas Sosial (Dinsos) Jember sudah memberikan perhatian dan bantuan untuk hidup sehari-hari lewat sejumlah program pemerintah.

"Sebenarnya bapak dan anak itu sudah dapat bantuan dari kami, berupa sembako, terus program-program bantuan dari Kementerian juga sampun (sudah). Diantaranya, BLT, BLT dari Cukai itu dapat. Setahun dapat dua kali. Kemudian program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), dapatnya per tiga bulan. Itu mereka dapat," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Jember Muhammad Irfan saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (3/4/2024).

Tapi dengan bantuan tersebut diakui oleh pihak dinsos hanya dalam bentuk sembako atau lainnya (sejumlah uang).

Dari assessment yang dilakukan Dinsos Jember bersama dengan Kelompok Relawan Mandiri Ben Seromben Jember. Penanganan berikut untuk membantu Arju dan bapaknya terkait penanganan kesehatan.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

"Tapi dari ini, berikutnya kita akan fokus juga untuk proses pemulihan kesehatan dari si bapak, dan masa depan juga sekolah si anaknya. Karena dengan kondisi yang dialami bapaknya. Si anak kan juga sampai putus sekolah," ujarnya.

Selain ditangani Dinsos Jember, lanjut Irfan, kolaborasi antar dinas juga dilakukan.

"Nah selanjutnya, untuk soal kesehatan fisik bapaknya. Kita koordinasi dengan Dinkes Jember. Kemarin, sudah ada petugas Puskesmas untuk memeriksa kesehatan, dan sejauh mana kondisi sakit yang dialami bapaknya," ujar Irfan.

"Untuk anaknya kami sudah punya progres. Tapi saat ini, kami masih fokus untuk kesehatan bapaknya," sambungnya.

Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism

Terkait kondisi rumahnya yang tidak layak. Kata Irfan, juga akan ada perhatian lebih lanjut.

"Informasi yang kami terima, teman-teman relawan berupaya untuk membantu merehab. Juga dinas-dinas terkait," ucapnya.

"Kemudian kenapa kok terkesan ada pembiaran. Sebenarnya tidak. Mungkin kenapa kondisinya begitu, karena biasanya saat pasien atau masyarakat kurang mampu ini disarankan untuk periksa ke puskesmas. Biasanya takut atau tidak berkenan. Jadi bukan dari kami (pemkab) membiarkan. Tapi ini jadi evaluasi kami dan melakukan pengawasan lebih lanjut," imbuhnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait