Tertutup Mendung, Hilal dari Surabaya Tak Terlihat

Tertutup Mendung, Hilal dari Surabaya Tak Terlihat © mili.id

Warga Surabaya memantau hilal (Wendy/Mili.id)

Surabaya - Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) menggelar pemantauan rukyatul hilal, untuk menentukan 1 Syawal 1445 Hijriah. Namun, hal tersebut tak terlihat karena tertutup awan.

Berdasarkan pantauan mili.id, mahasiswa dan dosen sudah bersiap di lantai sembilan kampus UINSA, Selasa (9/4/2024), sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Sejumlah teropong pun sudah berjajar.

Baca juga: The Alana Surabaya Rayakan Anniversary Dengan Donor Darah Kemanusiaan

Dosen Ilmu Falaq, Elly Uzlifatul Jannah mengatakan, pihaknya menggunakan metode hisab ephemeris. Yakni rumus untuk mengolah data matahari dan data bulan saat terjadi konjungsi.

"Dengan lintang min tujuh derajat ini cuaca tidak mendukung karena terhalang awan yang lumayan tebal, bukan awan tipis," kata Elly, ketika ditemui di sekitar lokasi pemantauan hilal.

Baca juga: 832 Usaha di Surabaya Belum Kantongi Izin Parkir, Pemkot Percepat Penertiban

Dengan demikian, kata Elly, hilal tidak bisa terlihat karena adanya awan yang menutupi langit Surabaya. Dia berharap daerah yang juga tengah melakukan pemantauan, bisa melihat rukyatul hilal.

"Kemungkinan kalau titik ini di OASA (Observatorium Astronomi Sunan Ampel) tidak bisa melihat hilal, karena terhalang mendung. Semoga titik yang lain bisa terlihat dengan jelas," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Penertiban Parkir Usaha, Area Tanpa Izin Disegel

Meski demikian, UINSA melaporkan hasil pemantauan hilal tersebut ke Kementerian Agama (Kemenag). Kemudian, pemerintah akan membahasnya ketika menggelar sidang isbat.

"Laporan yang Kemenag pusat, Kemenag pasti mengantongi data lokasi hilal dari Sabang sampai Merauke. Kesaksian rukyatul hilal yang dilaporkan kemudian menjadi persidangan di sidang isbat," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait