Kader Gerindra Surabaya AH Thony (Foto : Bejo/mili.id)
Surabaya - Kader Partai Gerindra yang juga wakil ketua DPRD Surabaya didorong relawannya untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2024.
Sosok itu bernama AH Thony. Dorongan itu muncul, setelah beredar pamflet mengatasnamakan Relawan Pendowo Surabaya.
Baca juga: Dugaan Pungli Kalijudan Meluas, Pedagang Bongkar Dugaan Sewa Lahan Aset
Dalam pamflet itu terpampang foto AH Thony dengan tulisan Wali Kota Soeroboyo 2024-2029.
Perihal itu, AH Thony mengaku tidak tahu siapa yang mengajukan dirinya sebagai bakal calon walikota Surabaya.
"Itu bukan produk saya dan saya tidak tahu tentang hal itu," jelas Thony ditemui di Gedung DPRD Kota Surabaya Jalan Yos Sudarso, Selasa (11/6/2024).
Pamflet yang beredar
Thony menilai, pamflet itu mungkin dibuat sebagai orang yang menginginkan dirinya meramaikan bursa calon wali kota.
"Mungkin bentuk daripada kritik untuk Surabaya, kok kemudian tidak ada muncul calon-calon yang mau dihadapkan dengan incumbent. Dan pasti motivasinya tidak jauh dari itu," ungkapnya.
Thony mengakui untuk maju menjadi calon wali kota Surabaya bukan hal yang mudah. Selain harus memiliki kualitas, hingga popularitas, kemampuan finansial juga harus menjadi pertimbangan.
"Kalau maju hanya karena tanda kutip popularitas, bahkan dengan kualitas pun tanpa didukung dengan kemampuan finansial ya berat," katanya.
Ketika ditanya jika dirinya diperintah oleh DPP Partai Gerindra untuk maju Pilwali Surabaya 2024, ia mengaku tidak mau berandai-andai.
Baca juga: Drainase Tersumbat Kabel Misterius, Rumah Warga Terancam Banjir Saat Musim Hujan
"Aduh saya nggak mau berandai-andai," ujarnya.
AH Thony merupakan anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024. Selama menjabat telah banyak kontribusi yang diberikan dalam membuat peraturan daerah.
Terbaru, Thony menginisiasi lahirnya Peraturan Daerah Kota Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya.
Editor : Narendra Bakrie
