Truk Serbuk Kayu Terguling, Jalur Nasional Mojokerto-Pasuruan Sempat Macet 2 Km

Truk Serbuk Kayu Terguling, Jalur Nasional Mojokerto-Pasuruan Sempat Macet 2 Km © mili.id

Truk bermuatan serbuk kayu terguling di jalur nasional Mojokerto-Pasuruan, wilayah Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojoketo (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Truk bermuatan serbuk kayu seberat 8 ton terguling di jalur nasional Mojokerto-Pasuruan, wilayah Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jumat (21/6/2024).

Arus kendaraan dari Mojokerto menuju Mojosari maupun sebaliknya sempat tersendat 2 kilometer, sekitar pukul 14.50 WIB. Tampak petugas kepolisian Polres Mojokerto berusaha mengurai kemacetan tersebut.

Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi

Peristiwa berawal saat truk yang disopiri Imron Patapatan (48), asal Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto melaju dari arah Kota Mojokerto sisi kanan.

Sampai di Pertigaan Jabon, ada kendaraan roda empat hendak berbelok ke kanan. Sopir diketahui berusaha mengambil sisi kiri.

Namun, jalan aspal yang memiliki kontur miring ke kiri dan bergelombang itu, membuat truk bernopol S 9598 WF tidak kuat menahan beban. Akhirnya truk itu oleng dan terguling.

"Di sebelah kanan ada mobil, dia (sopir truk) ambil kiri, akhirnya terguling ke kiri," beber Muklis warga sekitar yang melihat peristiwa tersebut.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal itu. Hanya saja sopir dan satu penumpang truk mengalami luka ringan di bagian kaki. Sebab berada di sisi kiri truk yang terguling.

"Sopirnya ada luka sedikit gores-gores kakinya, sama yang penumpang di sisi kiri juga," ucap Muklis sembari membantu jalur lalu lintas yang tersendat.

Tidak hanya membuat jalur tersendat, truk terguling tersebut sempat membuat penjaga booth minuman yang berjarak 6 meter dari jalan raya berlari keluar.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

Lantaran, takut tertimpa muatan serbuk kayu padat yang di bawa dari daerah Kecamatan Jetis menuju Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto tersebut.

"Kaget. Sempat lari ke luar karena diteriakkan ibu-ibu yang di dalam (toko pakaian). Mbak keluar, mbak keluar. Akhirnya saya langsung lari," ungkap Vivi (22) penjaga booth minuman.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait