Deretan Bendera Merah Putih terpasang di Monumen Letkol Sujono, Kota Mojokerto dalam rangka menyambut HUT Ke-79 RI (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Ribuan Bendera Merah Putih mulai berkibar di Kota Mojokerto dalam rangka menyambut dan menyemarakkan HUT Ke-79 RI.
Seperti yang tampak di area Monumen Letkol Wijono di Jalan Raya Mojopahit, Kelurahan/Kecamatan Kranggan.
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
Sejumlah warga juga mulai menancapkan tiang dan mengibarkan Bendera Merah Putih mengelilingi patung pejuang dari staf pertahanan Djawa Timur itu.
Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono menjelaskan, pemkot mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut HUT Ke-79 RI dengan memasang Bendera Merah Putih.
Menurutnya, imbauan tersebut dituangkan melalui surat edaran yang diterbitkan Penjabat (Pj) Wali kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro.
"Agar peringatan Kemerdekaan semarak, semua masyarakat diharapkan untuk mengibarkan bendera merah putih mulai 1 Agustus,’’ beber Dodik, Minggu (28/7/2024).
Baca juga: Pedagang Bendera Merah Putih Mulai Ramai di Surabaya Jelang HUT ke-81 RI
Namun, antuasiasme masyarakat sudah terlihat sejak bulan ini. Dimulai dari memoles gapura perkampungan dengan beragam atribut sebagai simbol nasionalisme.
Selain masyarakat, pemkot juga mengimbau kepada badan usaha untuk berpartisipasi memeriahkan peringatan Kemerdekaan RI.
"Semua badan usaha, baik BUMD, BUMN, dan swasta juga berpartisipasi dengan memasang bendera se-Kota Mojokerto,’’ tandas Dodik.
Baca juga: Gelap Gulita, Pria 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Lapangan Surodinawan Mojokerto
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mojokerto ini menyebut, total akan ada 7.900 bendera yang berkibar sepanjang bulan Agustus nanti. Sang Saka Merak Putih akan terpasang di berbagai penjuru kota.
"Totalnya 7.900 bendera, jumlah itu belum termasuk yang dipasang oleh masyarakat. Jadi pemasangannya tersebar, terutama di jalan-jalan protokol," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
