Wisudawati Terbaik Unesa Teliti Peradilan Khusus Kekerasan Seksual

Wisudawati Terbaik Unesa Teliti Peradilan Khusus Kekerasan Seksual © mili.id

Wisudawan terbaik Unesa dari Fakultas Hukum, Graciela Natasha Tessalonica (Foto: Ist)

Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan prosesi wisuda ke-11 bagi 1.552 wisudawan. Prosesi sakral itu digelar di Graha Unesa, Selasa (20/8/2024).

Dari 1.552 peserta Wisuda Ke-11 Unesa, Graciela Natasha Tessalonica menjadi yang terbaik.

Baca juga: DPRD Surabaya Minta Definisi Pekerja Rentan Segera Diperjelas

Mahasiswi Fakultas Hukum ini meraih IPK 3,74 dan predikat cumlaude.

Dalam tugas akhirnya, Tasha melakukan penelitian terkait kekerasan seksual berjudul "Perbandingan Sistem Peradilan antara Indonesia dan Malaysia dalam Kasus Kekerasan Seksual".

"Indonesia perlu pengadilan khusus seperti Tipikor, tapi ini khusus kasus kekerasan seksual. Pengadilan di Malaysia itu tidak hanya menjamin kepastian hukum untuk korban, tetapi juga Hak Asasi Manusia (HAM) bagi pelaku atau tersangka," ungkap Tasha.

Berkat dukungan dari dosen pembimbingnya dan teman-temannya dari Universitas Sultan Zainal Abidin (Uniza) Malaysia, ia berhasil menyelesaikan penelitian itu di waktu yang tepat.

Ia tergugah melakukan penelitian itu karena, kasus kekerasan seksual di Indonesia, khususnya Jawa Timur, masih marak terjadi. Maka, ini menjadi bukti dedikasinya dalam menyuarakan isu terkait perempuan.

"Saya merasa bahwa pemahaman dan kesadaran akan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus harus lebih ditingkatkan," tambahnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi Tasha selama perkuliahan adalah ketika ibunya jatuh sakit dan didiagnosa gagal ginjal.

Baca juga: Linimasa yang Sama, Risiko yang Tidak Setara: Teknologi Media dan Bayang KBGO di Indonesia

Namun, dengan tekad yang kuat dan pikiran positif, ia mampu melalui masa-masa sulit tersebut.

"Puji Tuhan, saya bisa melalui itu semua," ungkapnya.

Pengalaman yang paling menarik bagi Tasha selama perkuliahan adalah kesempatan menjadi Putri Unesa 2021, menjadi MC, dan moderator.

Menurutnya, hal itu telah memperkaya keterampilan public speaking-nya dan membuka banyak kesempatan.

"Perkuliahan adalah tempat di mana kita bisa menggali potensi diri," tegasnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Ancam Pemberi Upah Abai Lindungi Pekerja

Tasha tidak hanya berprestasi di bidang akademis, tetapi ia juga menorehkan berbagai prestasi di luar perkuliahan.

Dia pernah dinobatkan sebagai Putri Unesa 2021, Duta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) 2021, Mawapres Utama 2022 dan penerima Beasiswa Bank Indonesia 2023.

Juga meraih Juara 1 pada National University Debating Championship (NUDC) FISH UNESA 2023, 10 besar Nasional dalam IHL Moot Court ICRC, dan menjadi presenter pada 3rd International Conference on Law Studies yang diselenggarakan oleh Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jakarta.

Selain itu, Tasha telah menerbitkan sebuah jurnal ilmiah Scopus bersama dosen pembimbingnya. Jurnal itu meneliti tentang pemahaman mahasiswa Unesa terhadap kasus kekerasan seksual di kampus.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait