Ilustrasi
Mili.id - Hari Aksara Internasional diperingati setiap tanggal 8 September dan telah menjadi momentum penting bagi dunia untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya literasi.
Peringatan ini dicanangkan oleh UNESCO pada tahun 1967 untuk mengingatkan masyarakat global bahwa kemampuan membaca dan menulis adalah hak asasi yang mendasar serta kunci untuk mencapai kesejahteraan sosial dan ekonomi.
Baca juga: DPRD Surabaya Minta Definisi Pekerja Rentan Segera Diperjelas
1. Sejarah Hari Aksara Internasional
Hari Aksara Internasional lahir dari kebutuhan untuk mengatasi tingginya angka buta aksara di dunia.
Pada tahun 1965, dalam Konferensi Dunia tentang Penghapusan Buta Huruf di Teheran, Iran, UNESCO menetapkan bahwa literasi adalah alat penting untuk memberantas kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan individu.
Oleh karena itu, setiap tanggal 8 September dipilih sebagai peringatan tahunan yang bertujuan untuk mempromosikan pentingnya literasi di seluruh dunia.
2. Tema Hari Aksara Internasional 2024
Setiap tahun, Hari Aksara Internasional diperingati dengan tema khusus yang berfokus pada tantangan literasi global.
Tema untuk tahun 2024 adalah "Transformasi Digital untuk Literasi Inklusif", yang menyoroti bagaimana perkembangan teknologi digital dapat meningkatkan akses literasi, terutama di daerah terpencil dan kelompok rentan.
Transformasi digital menjadi semakin relevan, mengingat adanya tantangan global, termasuk pandemi Covid-19, yang mendorong penggunaan teknologi dalam pendidikan.
Namun, kesenjangan digital juga memunculkan tantangan baru, di mana banyak masyarakat, terutama di negara berkembang, masih belum memiliki akses memadai terhadap teknologi.
3. Tantangan Literasi di Indonesia
Di Indonesia, meskipun tingkat literasi telah meningkat secara signifikan, masih ada tantangan yang harus dihadapi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa angka buta aksara di Indonesia menurun dari 4,63% pada tahun 2010 menjadi sekitar 1,71% pada tahun 2020.
Namun, tantangan literasi fungsional, yakni kemampuan menerapkan pengetahuan membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari, masih perlu ditingkatkan.
Baca juga: Linimasa yang Sama, Risiko yang Tidak Setara: Teknologi Media dan Bayang KBGO di Indonesia
Beberapa daerah, terutama di wilayah terpencil dan terisolasi, masih menghadapi masalah dalam hal akses terhadap pendidikan dan literasi.
Selain itu, kemampuan literasi digital juga menjadi isu penting di era modern ini. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan literasi, baik konvensional maupun digital, harus terus dilakukan oleh pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
4. Dampak Literasi Terhadap Pembangunan Sosial
Kemampuan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan.
Literasi yang baik memungkinkan individu untuk lebih berdaya, meningkatkan kualitas hidup, serta turut berpartisipasi dalam pembangunan sosial dan ekonomi.
Dalam skala yang lebih luas, masyarakat dengan tingkat literasi tinggi cenderung memiliki tingkat kesehatan, ekonomi, dan stabilitas politik yang lebih baik.
5. Peran Teknologi dalam Meningkatkan Literasi
Dalam era digital ini, teknologi memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan literasi.
Baca juga: Pemkot Surabaya Ancam Pemberi Upah Abai Lindungi Pekerja
Melalui platform daring, banyak materi pendidikan dan buku-buku digital yang dapat diakses oleh masyarakat, terutama di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh sumber daya pendidikan.
Program-program seperti Gerakan Literasi Sekolah yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia, serta program non-pemerintah yang berfokus pada literasi digital, menjadi contoh nyata dari upaya kolaboratif untuk meningkatkan kemampuan literasi di era digital.
Kesimpulan
Hari Aksara Internasional adalah pengingat bahwa literasi merupakan landasan penting bagi pembangunan individu dan masyarakat.
Meskipun kemajuan telah dicapai dalam hal pemberantasan buta aksara, tantangan literasi global, terutama dalam hal literasi digital dan inklusif, masih memerlukan perhatian.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan bahwa literasi dapat terus diperkuat, sehingga seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, dapat meraih manfaatnya.
Peringatan ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus mendukung akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, demi tercapainya masyarakat yang berpengetahuan luas dan berdaya.
Editor : Aris S
