Atasi Stunting dan Inflasi, Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Pengolahan Ikan

Atasi Stunting dan Inflasi, Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Pengolahan Ikan © mili.id

Pelatihan pengolahan ikan di Kota Mojokerto (Foto: Dok. Diskominfo Kota Mojokerto)

Mojokerto - 80 peserta mengikuti pelatihan pengolahan ikan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto.

Pelatihan itu digelar di gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Citra Maja Kinarya Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober

Pelatihan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto untuk menekan stunting, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah inflasi.

Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo menuturkan, penanganan stunting dan inflasi bukan menjadi kewajiban salah satu perangkat daerah, tetapi membutuhkan sinergitas lintas sektor.

"Melalui pelatihan ini kita berupaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengolah bahan pangan, khususnya ikan," ujar Gaguk dalam siaran pers yang diterima mili.id, Jumat (13/9/2024).

Dia menambahkan, dengan adanya keterampilan, masyarakat akan mampu meningkatkan perekonomian.

Pelatihan pengolahan ikan di Kota Mojokerto (Foto: Dok. Diskominfo Kota Mojokerto)Pelatihan pengolahan ikan di Kota Mojokerto (Foto: Dok. Diskominfo Kota Mojokerto)

"Berbekal keterampilan membuat berbagai olahan ikan, bisa dijual sehingga meningkatkan ekonomi dan menguatkan daya beli masyarakat khususnya di saat inflasi," tambah Ketua TPID sekaligus Ketua TPPS Kota Mojokerto ini.

Baca juga: Gelap Gulita, Pria 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Lapangan Surodinawan Mojokerto

Gaguk juga berharap dengan pengetahuan tentang diversifikasi pangan dari ikan nantinya dapat meningkatkan konsumsi ikan.

"Angka Konsumsi Ikan (AKI) Kota Mojokerto Tahun 2023 adalah 39,94 kilogram per kapita, dengan berbagai olahan makanan berbahan dasar ikan kita harapkan konsumsi ikan juga dapat meningkat," beber Gaguk.

Dalam kesempatan yang sama, KadiskopUKMPerindag, Ani Wijaya menyampaikan bahwa untuk pelatihan olahan ikan digelar selama 5 hari dan diikuti oleh 80 orang.

"Pesertanya ada 80 orang, dari alumni inkubasi frozen food, keluarga dengan balita stunting, Wali murid SLB Pertiwi, serta warga miskin," terangnya.

Baca juga: Viral Tiang Provider Berdiri di Pekarangan Tanpa Izin Pemilik Lahan, Warga Mojokerto Minta Segera Dipindahkan

Ia menambahkan, bersama Chef Farikh dari ICA selain mendapatkan pelatihan berbagai menu makanan berbahan dasar ikan para peserta juga mendapatkan pelatihan digital marketing sederhana.

"Ada berbagai menu, mulai camilan seperti bakpia, gohyong, cookies ikan sampai menu utama seperti mangut lele, otak-otak ikan lele. Mereka juga kita ajarkan menghitung Harga Pokok Penjualan dan WA Bisnis," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait