Polisi Masih Buru Dalang Pencurian dan Perusakan SD di Banyuwangi

Polisi Masih Buru Dalang Pencurian dan Perusakan SD di Banyuwangi © mili.id

Kapolsek Muncar Kompol Ali Masduki. (Eko Purwanto/Mili.id)

Banyuwangi -  Dalang dibalik aksi pengrusakan dan pencurian yang menimpa SDN 3 Kedungringin sampai saat ini masih belum terungkap. Polisi bekerja ekstra untuk mengungkap kasus yang bikin gerah instansi pendidikan di Kecamatan Muncar, Banyuwangi itu.

Olah tempat kejadian perkara juga sudah dilakukan polisi. Tak hanya memintai keterangan saksi, sejumlah kamera pengintai dekat sekolah juga telah diperiksa jajaran Unit Reskrim Polsek Muncar.

"Setelah laporan kami terima pada Senin lalu, saat itu juga langsung kita lakukan olah TKP.  Keterangan saksi sudah kita gali dan juga memeriksa kamera CCTV yang berada di dekat sekolah," kata Kapolsek Muncar Kompol Ali Masduki, Jumat (27/9/2024).

Tidak hanya SDN 3 Kedungringin, pihaknya juga sudah melakukan penyelidikan di SDN 1 Kedungrejo, SDN 1 Tembokrejo, dan SDN 1 Tapanrejo yang juga mengalami perusakan dengan modus serupa. Ali bersama jajarannya berupaya agar pelaku bisa ditangkap secepatnya.

"Dalam waktu dekat ini insyaallah bisa diungkap, mohon doanya," tuturnya.

Ditanya soal kemungkinan pelaku teror merupakan orang yang sama, Ali  mengaku belum bisa memastikan. Namun tak menutup kemungkinan itu bisa saja terjadi.

 "Ada kemungkinan seperti itu, tapi untuk kepastiannya kita tunggu sampai selesai diungkap terlebih dahulu," jawabnya.

Sementara itu, pihak SDN 3 Kedungringin mengaku akan segera memasang kamera CCTV di wilayah sekolah untuk menghindari kejadian serupa. Terlebih, sekolah yang bertetangga dengan Kantor Desa Kedungringin tersebut tidak memiliki petugas jaga malam.

"Kami berencana memasang CCTV agar kedepannya bisa lebih aman. Apalagi selama ini kami tidak memiliki petugas jaga malam. Hanya guru yang rumahnya dekat yang melakukan pengecekan sekolah sebelum peristiwa itu terjadi. Itupun terbatas waktu," terang Kepala SDN 3 Kedungringin, Mujiono.

Mujiono juga menjelaskan, kerusakan yang ditimbulkan akibat ulah orang tidak dikenal itu sempat mengganggu aktivitas sekolah. Namun selanjutnya, prosesk kegiatan belajar mengajar (KBM) sepenuhnya tak terganggu.

Meskipun kata dia, sejumlah ruangan kelas, yakni ruangan kelas 5 dan 6 sempat diacak-acak pelaku.

"Hari Senin setelah kejadian itu, kita harus bersih-bersih lokasi dulu dan merapikan buku-buku yang diacak-acak pelaku. Sementara itu untuk kaca (ruang guru) yang pecah langsung kita ganti Senin pagi itu juga. Dan pintu teralis yang sempal (pesuk) sudah kita perbaiki," ujarnya.

"Hari itu juga kerusakan di perpustakaan langsung diperbaiki. Sedangkan ruang kelas masih bisa dipakai," imbuhnya.

Aksi teror sebelumnya menimpa sekolah dasar (SD) Negeri 3 Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Senin (23/9). Tak hanya merusak sejumlah fasilitas milik sekolah, pelaku turut mengirimkan pesan bernada mengejek pada dinding sekolah.

Anehnya, pelaku justru tak mengambil barang elektronik milik sekolah. Dan hanya mengambil uang tabungan siswa senilai Rp100 ribu.

"Barang-barang penting seperti printer, mesin pengganda (fotokopi) dan elektronik lain tidak diambil. Hanya uang tabungan harian siswa diambil pelaku. Nilainya sekitar Rp100 ribu," ungkap Kepala Sekolah SDN 1 Kedungringin, Mujiono.

Baca juga: Polresta Malang Kota Ringkus Residivis Spesialis Bobol Konter HP dan Aksi Pencuriannya Viral di Medsos

Editor : Achmad S



Berita Terkait