Orang Tua Siswi MI Banyuwangi Korban Pembunuhan Wadul Presiden Prabowo

Orang Tua Siswi MI Banyuwangi Korban Pembunuhan Wadul Presiden Prabowo © mili.id

Anjing pelacak didatangkan ke TKP dugaan rudapakasa dan pembunuhan siswi MI Kalibaru. (Foto: Eko Purwanto)

Banyuwangi - Kasus dugaan rudapakasa dan pembunuhan siswi MI Kalibaru, Banyuwangi hingga kini belum terungkap, tercatat sudah 35 hari berlalu namun kasus itu masih menyisakan tanya termasuk siapa pelakunya.

Belum terungkapnya kasus ini pun turut membawa keresahan publik khusunya bapak korban, DN (35).

Baca juga: Prabowo Pimpin Panen Raya TNI, Khofifah: Jawa Timur Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Hingga kini DN hanya bisa pasrah sembari menanti kepastian siapa pelaku dibalik pembunuhan yang menimpa putri keduanya itu.

DN hanya duduk merenung di ruang tamu berharap ada kepastian terkait kabar siapa yang telah dengan keji merenggut nyawa putrinya.

Dalam keresahkan itu, DN pun mewadulkan isi hatinya kepada Presiden RI dan Kapolri.

“Untuk Pak Presiden, saya bangga kerena Pak Presiden orang yang tegas. Saya mohon untuk anggotanya pak, untuk Kapolri, polda, polsek, maupun kapolres untuk kinerjanya dimaksimalkan. Harapan saya, yang ditangkap pelaku kejahatan anak saya,” ucapnya.

Sementara itu, ia juga memberikan satu kalimat permohonan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam kalimatnya itu ia memohon agar kasus ini mendapat atensi dari anggotanya untuk segera menangkap pelaku.

Baca juga: Pelaku Dugaan Pembunuhan Perempuan di Sukabumi Berhasil Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan

“Bapak Kapolri mohon anggotanya Pak untuk segera melakukan penangkapan untuk pelaku anak saya pak,” tegasnya.

Maski demikian, DN tak ingin ada salah tangkap terhadap pelaku kejahatan terhadap putri kecilnya tersebut.

“Harapan saya Pak, pelaku benar-benar ditangkap jangan sampai salah tangkap,” tambahnya.

Selain kepada Presiden Prabowo dan Kapolri jendral Listyo Sigit Prabowo, DN juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.

Baca juga: Jaksa Agung dan Kapolri Kompak Bantah Isu Retak, Tegaskan Sinergi Penegakan Hukum Tetap Solid

Menurutnya, menteri PPPA telah memberikan dukungan psikologi kepada istrinya yang sempat mengalami kontraksi hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit akibat stress.

“Untuk Ibu menteri terima kasih selama ini sudah berkomunikasi bersama istri memperhatikan keadaan kami, mohon untuk Bu Menteri untuk terus memberikan pendampingan kapada kami,” harap Doni.

Sejauh ini polisi sudah memeriksa memeriksa 41 saksi. Setelah sebelumnya memeriksa 27 saksi seperti yang disampaikan pengacara keluarga korban Dr Charisma Adilaga Sugiyanto beberapa waktu lalu.

Korban diduga diperkosa dan dibunuh saat pulang dari sekolahnya pada Rabu (13/11/2024) sekitar pukul 10.30 WIB. Korban ditemukan tak berdaya dengan kondisi pakaian setengah terbuka dan sejumlah kancing baju seragam hilang.

Editor : Aris S



Berita Terkait