Jasad Satiawan di rumah sakit (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Warga membeberkan sosok gadis yang membunuh kakak kandungnya di Mojokerto.
Gadis berinisial DA (16), itu menikam Satiawan (24), kakak kandungnya hingga tewas di rumah mereka Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Menurut warga, gadis itu kurang berinteraksi dan depresi sejak ditinggal ibunya meninggal Tahun 2022 lalu.
"Keterbelakangan mental. Mungkin sejak kecil lambat, lemot-lah istilahnya. Cuman akhir-akhir ini memang gak mau berkomunikasi dengan orang luar pelaku ini. Yah sejak ditinggal ibunya meninggal itu seperti depresi," ujar Sabar, warga setempat kepada mili.id, Senin (23/12/2024).
DA dan Satiawan tinggal serumah dengan sang ayah Misdi (62) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan. Korban juga dikenal memiliki keterlambatan dalam berpikir.
Hanya saja, Satiawan masih berinteraksi dengan orang sekitar dan sesekali ikut bekerja sebagai kuli bangunan.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Warga juga sudah terbiasa melihat pertengkaran-pertengkaran kecil kakak adik tersebut.
"Ayem ayem saja, cuma masalah pertengkaran kecil, yah kita anggap anak kecil, menjadi kebiasaan. Bahkan setiap hari, sampai istilahnya seperti guyonan pukul-pukulan sapu hal yang biasa," papar anggota BPD Desa Kembangbelor ini.
Jasad Satiawan dikebumikan di makam umum setempat pukul 06.30 WIB, Senin (23/12/2024) usai dilakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo.
Sedangkan DA telah diamankan polisi usai menusuk dada kiri sang kakak pada Minggu (22/12/2024) petang.
Peristiwa itu diketahui ayah mereka Misdi, sekitar pukul 17.00 WIB. Pekerja bangunan ini langsung pulang ke rumah setelah mendengar jeritan anaknya dari dalam rumah.
Editor : Narendra Bakrie
