Rombongan pelajar SMP 7 Kota Mojokerto tiba di sekolah. (Nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Ratusan walimurid menyambut haru kedatangan siswa yang kembali ke Kota Mojokerto. Mereka rela menanti berjam-jam di luar gerbang SMPN 7 untuk memastikan anak-anaknya tiba dalam kondisi selamat.
Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro bersama Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Marunduri dan Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo turut menyambut ratusan siswa yang tiba pukul 21.00 WIB.
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
"Sengaja menyambut langsung saya ingin memastikan adik-adik harus tetap semangat. Mungkin ini pengalaman kelam tapi harus tetap semangat menghadapi masa depan," ujar Mas Pj sapaan akrab Ali Kuncoro.
Setibanya di sekolah, rombongan pelajar kelas 7 dan 8 ini diminta untuk berkumpul di halaman sekolah dan didata satu persatu sesuai tingkatan kelasnya.
Ratusan siswa inipun diajak berdoa bersama untuk 4 temannya yang terseret ombak di Pantai Drini, Yogyakarta. 3 orang dinyatakan meninggal dunia dan 1 siswa yang masih dalam pencarian Tim Sar Gunungkidul.
Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak
"Sebelum pulang ke rumah masing-masing saya minta adik-adik doa bersama untuk siswa-siswa terbaik SMP 7 yang dapat musibah hingga tidak bisa pulang bersama. Dan untuk dua rekan adik-adik yang kini masih ada di ICU, semoga diberikan kesempatan dan segera kembali ke Kota Mojokerto dan bisa melanjutkan studi kembali," imbuhnya.
Insiden kecelakaan laut tersebut menimpa rombongan outing class siswa SMPN 7 Kota Mojokerto di Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (28/1/2025) pagi.
Dari total 257 siswa yang ikut dalam rombongan, 13 siswa terseret gelombang laut selatan. Sebanyak 9 siswa berhasil selamat.
Hingga berita ini dipublikasikan, 3 siswa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan 1 siswa masih dalam pencarian Tim SAR Gunungkidul.
Editor : Achmad S
