Polisi menghentikan dua pikap sound horeg itu dari dua lokasi. (Istimewa)
Jember, mili.id - Dua pikap yang membawa sound horeg dihentikan oleh Polsek Ambulu dan tim Satreskrim Polres Jember lantaran mengganggu ketenangan masyarakat.
Pihak kepolisian menghentikan dua pikap sound horeg itu dari dua lokasi berbeda yakni di Dusun Bedengan, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu dan di Dusun Krangkengan Barat, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Jember.
Kapolsek Ambulu AKP Latifa Andika mengatakan, polisi menindak tegas pemilik mobil pikap dan kelompok masyarakat yang juga diketahui melakukan konvoi sound horeg tersebut karena mendapat keluhan dari masyarakat.
"Awal mulanya itu ada laporan dari masyarakat, perihal dua mobil pikap yang mengangkut sound system dan membunyikan musik dengan volume keras serta mengganggu masyarakat yang sedang istirahat karena saat itu kejadiannya sekitar pukul 00.00 - 01.00 WIB. Kemudian dari rekan-rekan Reskrim dan anggota Polsek Ambulu segera menuju TKP," kata Latifa, Senin (10/3/2025).
Ia menambahkan, dari kejadian tersebut, polisi hanya melakukan imbauan kepada pemilik sound horeg. Dalih pemiliknya untuk membangunkan masyarakat sahur.
"Sound horeg itu berjalan dan membunyikan sound system tengah malam dan berlangsung sampai pukul setengah du pagi tu jelas mengganggu dan kami minta untuk dimatikan musiknya. Pemilik sound berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Jadi pada saat itu langsung dihentikan, intinya kami memberikan imbauan dan mencatat identitas pemilik sound horeg tersebut," ungkapnya.
Sementara, salah satu warga, Dian Kusumaningrum (33) mengaku resah dengan adanya konvoi sound horeg yang berdalih membangunkan masyarakat untuk sahur.
"Ya coba masuk akal tidak tengah malam setel musik keras-keras. Ini kan bulan ramadan, harusnya tadarus dan istirahat menunggu sahur. Tapi malah konvoi sound horeg. Jelas mengganggu warga," kata Dian.
Ia berharap, ada tindakan tegas dari pihak kepolisian agar konvoi sound horeg serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
"Setahu saya sering kejadian ini, apalagi terua konvoi itu sampai ke Pantai Watu Ulo. Kalau memang mau nyetel musik jedag jedug gitu. Sana di Pantai saja. Jangan di jalan dan pemukiman warga, kasihan banyak anak kecil dan bayi yang mau istirahat. Apalagi orang tua yang suaranya itu jelas mengganggu karena musiknya keras," pungkasnya.
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
Editor : Achmad S
