Mencari Solusi Terbaik di Balik Penertiban Parkir Toko Modern Surabaya

Mencari Solusi Terbaik di Balik Penertiban Parkir Toko Modern Surabaya © mili.id

Seniman sekaligus Aktivis '98 asal Surabaya, Kusnan (Foto: Dok. Pribadi)

Surabaya, mili.id - Penertiban parkir di toko modern menjadi awal ketegasan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bagi konsumen, khususnya masyarakat Kota Pahlawan.

Surabaya adalah kota bermukimnya multi etnis, beragam suku dan agama. Meski begitu, sejauh ini, Surabaya aman, damai dan sejahtera.

Baca juga: Penangkapan 24 Demonstran, LBH Soroti Hak Hukum

Surabaya ini kota besar, tapi tidak sepelik ibukota. Penduduk di sini hampir semua kenal antar kampung, antar kecamatan, antar organisasi.

Jadi keyakinan akan terjadinya tindak tawuran atau gesekan antar suku, antar ormas, hampir dipastikan tidak pernah terjadi seperti di ibukota.

Berlanjut dengan ketegasan Walikota, untuk menyediakan juru parkir di setiap Toko Modern, sebenarnya menjadi masukan bagus bagi warga.

Adanya juru parkir akan membuat kenyamanan konsumen. Kendala yang dihadapi toko modern bisa diantisipasi. Tidak semua harus membayar gaji juru parkir dengan mengeluarkan dana perusahaan.

Kita lihat selama ini, lahan yang seharusnya tempat parkir di toko modern besar, justru kerap disewakan untuk tenan.

Itu justru melanggar. Area yang dibayarkan untuk parkir, disewakan untuk pribadi perusahaan, tanpa izin pemerintah.

Baca juga: FK UPN Veteran Jatim Edukasi 54 Lansia Cegah Sarkopenia, Banyak Peserta Baru Tahu Otot Bisa "Menua"

Win win solution atau solusi terbaik dari permasalahan parkir ini, salah satunya berikan saja satu tenan, untuk usaha bagi juru parkir.

Tentunya dengan kerjasama menjaga kendaraan atau dapat gratis tenan di area toko modern, dengan konsinyasi bertanggung jawab terhadap kendaraan yang parkir di sana.

Dengan demikian, toko modern tidak mengeluarkan uang dengan menggaji juru parkir. Dan juru parkir pun, baik secara pribadi atau kelompok, tidak merasa kehilangan pekerjaan.

Namun yang perlu digarisbawahi, mereka adalah warga Surabaya. Apa pun sukunya, apa pun Kelompoknya, apapun agamanya, bila mereka ber-KTP Surabaya, mereka layak mendapatkan kesempatan pekerjaan, bersaing dalam mencari uang halal.

Baca juga: Truk Tutup Trotoar, Disabilitas Terhalang, Keselamatan Pejalan Kaki Terancam

Toko sebetulnya telah diuntungkan dengan perwali tentang tas kresek (plastik). Sebetulnya itu bisa dikompensasi dengan parkir gratis.

Keuntungan itu akan bertambah dengan meningkatnya jumlah pembeli. Nah, kalau keuntungan itu digunakan sebagian sesuai dengan aturan sebagai upah bagi juru parkir, maka akan terjadi win win solution.

 

Penulis: Kusnan

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait