Ilustrasi/mili.id
Mojokerto, mili.id - Seorang suami di Kota Mojokerto nekat bakar diri, diduga gara-gara istrinya meminta cerai, Rabu (9/6/2025).
Suami yang nekat bakar diri itu berinisial JP (41), warga Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Akibat aksinya, dia mengalami luka bakar serius.
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
Aksi bakar diri ayah dua anak itu diduga dipicu persoalan rumah tangga yang sedang dialami bersama sang istri FN (37) beberapa waktu terakhir.
Akibat persoalan rumah tangga itu, sang istri, FN ingin bercerai dengan JP.
"Konflik keluarga, kejadiannya beberapa hari lalu. Nah, finalnya hari ini menthok," ujar Ketua RT setempat, Untung Pujiono di rumah korban.
Untung membeberkan, JP nekat menyiram badannya dengan bensin di bagian belakang rumah sekitar pukul 12.00 WIB. Lalu menyalakan korek, hingga apinya menyambar tubuhnya bagian atas.
"(JP) menyiram badannya dengan bensin. Disiram sendiri dengan bensin, ada BB (barang bukti), ada botolnya," beber Untung.
Sang mertua, SW yang melihat tubuh JP terbakar seketika panik dan berusaha menyiramkan air. Korban berusaha masuk ke kamar mandi, tapi tidak menemukan air, hingga akhirnya terjatuh di depan kamar mandi.
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
Warga sekitar yang rumahnya berdampingan berusaha memadamkan kobaran api. Sebab rumah JP berada di pemukiman padat penduduk.
Kondisi tubuh korban, diakui Untung, hampir 90 persen mengalami luka bakar, kecuali wajah.
"Terbakar, koreknya dibuang, botolnya dibuang. Karena kepanasan masuk ke kamar mandi, karena gak ada air, lalu keluar lagi. Dan ndlosor di muka kamar mandi. dibantu masyarakat sekitar untuk dipadamkan," beber dia.
JP telah dilarikan ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk mendapat penanganan medis.
Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak
Sementara Tim Inafis Polres Mojokerto Kota telah melakukan identifikasi dan olah TKP di lokasi kejadian.
*Informasi di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasi ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Editor : Narendra Bakrie
