Presiden Salurkan Hewan Kurban, Koordinasi dengan Gubernur

Presiden Salurkan Hewan Kurban, Koordinasi dengan Gubernur © mili.id

Presiden Jokowi/instagram

Mili.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalurkan bantuan hewan kurban (sapi) kepada masyarakat pada sejumlah masjid di 34 provinsi Indonesia.

Hewan kurban telah melewati serangkaian tahapan pengecekan kesehatan untuk memastikan sapi dalam keadaan sehat.

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para gubernur  terkait penyaluran hewan tersebut.

“Tadi pagi kami sudah berkoordinasi dengan para gubernur, bahkan beberapa gubernur hadir sendiri. Yang pertama adalah hampir semua provinsi itu diserahkan (hewan kurban) oleh gubernur langsung dan ada beberapa oleh wakil gubernur,” ujar Kasetpres dikutip dari situs presidenri

Kasetpres menyebut, pengecekan telah dilakukan oleh sejumlah pihak terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Agama, dan pemerintah daerah.

“Kami bekerja sama dengan tentunya gubernur, Kementerian Pertanian, Kementerian Agama, dan Dinas Pertanian setempat, dikoreksilah sapi dan lain-lain, maka tentunya sudah melewati dari proses-proses kesehatan. Yang diberikan sapi dari Bapak Presiden tentunya sudah sehat, itu langkah-langkah pertama,” jelasnya.

Sementara sapi yang diserahkan bobotnya bervariasi, dengan rata-rata 800 kilogram hingga 1 ton. Dikatakan, ada satu daerah yang terkendala untuk mendapatkan sapi dengan berat tersebut.

Sehingga, kata Kasetpres diberikan dua sapi yang jika ditotal mendekati bobot minimal. “Ada satu daerah (Kepulauan Riau) yang memang terkendala tadi hanya batasannya itu di bawah batasan yang kami tetapkan, maka kami berikan dua ekor sapi,” ungkapnya

Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana, Rika Kiswardani juga mengungkapkan. Terdapat sejumlah tantangan lain yang harus dihadapi dalam proses penyaluran hewan kurban.

Yakni dilima provinsi, yang mana penyalurannya cukup jauh. Misalnya  Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Maluku, dan Provinsi Maluku Utara.

“Namun demikian, apapun dinamika lokasinya, kita dan juga jajaran Kementerian Pertanian, Kementerian Agama, dan juga pemerintah daerah berkolaborasi cukup baik untuk menyasar daerah tersebut,” ucap Rika.

Baca juga: Libur Panjang, Polres Blitar Intensifkan Patroli di Lokasi Wisata

Editor : Redaksi



Berita Terkait