Ponorogo, mili.id - Tim periset dari program Berdikari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menggelar uji coba berbagai inovasi teknologi di Kecamatan Pudak, Ponorogo. Uji coba yang berlangsung sepanjang Oktober itu melibatkan sejumlah mitra lokal, mulai dari masyarakat peternak, pemilik kandang sapi perah, hingga SMK 1 Pemda Ponorogo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Katalisator Kemitraan Berdikari yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti) bidang Sains dan Teknologi. Melalui program tersebut, kampus dan sekolah vokasi didorong berkolaborasi menciptakan solusi berbasis riset yang dapat langsung diimplementasikan di masyarakat.
Baca juga: Perkuat kemandirian Ekonomi Daerah, Pens Pamerkan 7 Inovasi Berdikari di Ponorogo
“Kami upayakan membantu bapak ibu periset PENS beserta adik-adik mahasiswa agar inovasi yang dikembangkan kampus bisa diimplementasikan di sini,” ujar Kepala SMK 1 PEMDA Ponorogo, Didik Eko Suryanto.
Ia menambahkan, pihak sekolah membuka akses penuh terhadap fasilitasnya sebagai tempat kegiatan riset.
“Gedung sekolah dan fasilitas kami bisa dimanfaatkan, bahkan jika perlu lembur atau bermalam juga diperbolehkan,” imbuhnya.
Riset Terpadu untuk Peternakan dan Energi Hijau
Dalam program riset tersebut, para peneliti PENS bersama siswa SMK menguji berbagai teknologi terapan, di antaranya otomatisasi kandang sapi berbasis sistem informasi terpadu, pemanfaatan IoT untuk produksi susu Ultra High Temperature (UHT), penerangan jalan pintar hemat energi.
Selain itu juga membuat Ekosistem Elektrifikasi Transportasi pada Mobilisasi Hasil Susu dan Limbah Peternak Sapi Perah, optimalisasi biogas dari limbah ternak dan sistem tenologi cerdas bidang pertanian dengan pengembangan robot penanam padi.
Baca juga: Agri Dash V.0.0 PENS Dapat Respon Positif di Blitar, Dorong Transformasi Pertanian Berbasis Data
Ketua Konsorsium PTPPV Jawa Timur sekaligus Koordinator Periset PENS, Prof. Ir. Amang Sudarsono, ST, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas dukungan pihak sekolah dan pemerintah daerah.
“Kami berterima kasih kepada SMK 1 Pemda Ponorogo dan SMK N 1 Jenangan yang sejak awal terlibat aktif. Dukungan mereka luar biasa, dari penyediaan fasilitas hingga pendampingan teknis di lapangan,” ujar Prof Amang.
Prof Amang menegaskan, kolaborasi semacam ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan vokasi untuk menciptakan “kampus berdampak” dan “sekolah berdampak”.
“Jika PENS menjadi kampus berdampak, maka SMK 1 Pemda dan SMK N 1 Jenangan Ponorogo juga telah menjadi sekolah berdampak,” katanya.
Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Otak Sejak Dini Lewat Otak-Atik Merah Putih Karya Pens
Data Lapangan Jadi Arah Pengembangan Teknologi
Dalam tahap uji coba ini, tim peneliti juga melakukan penggalian data dari lokasi peternakan untuk mengamati efektivitas teknologi yang diuji. “Data dari kandang sapi perah dan area sekitarnya akan kami gunakan sebagai bahan riset lanjutan untuk penyempurnaan sistem,” ungkap Prof Amang.
Hasil observasi tersebut nantinya akan menjadi dasar evaluasi untuk mengembangkan sistem otomatisasi dan integrasi energi terbarukan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat peternak.
Dengan melibatkan mitra lokal dan sekolah vokasi, program ini diharapkan mampu mempercepat penerapan teknologi tepat guna di daerah, sekaligus menjadi model kolaborasi pendidikan terapan di Indonesia.
Editor : Fahrizal Tito
