Blitar, mili.id - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengembangkan Agri-Dash v.0.0 atau dasbor analitik pertanian berbasis data yang dapat membantu pelaku industri pertanian untuk memahami kondisi pertanian melalui visualisasi dan pemetaan komoditas.
Dasbor ini juga telah diuji coba akhir dan diimplementasikan oleh pemerintah daerah kabupaten Blitar, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten setempat dan mendapat respon positif.
Baca juga: Pemuda Pelopor Jaktim 2026 Diumumkan, Inovasi Lingkungan hingga Teknologi Jadi Sorotan
Ronny Susetyoko, Ketua Program Pengembangan menjalaskan bahwa Agri-Dash v0.0 ini merupakan hasil nyata dari Program Hilirisasi Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi.
“Melalui dua platform utama yaitu Tableau dan Website, dasbor ini diharapkan menjadi fondasi menuju pertanian digital yang adaptif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang ketahanan pangan nasional,” ungkap Rony, Senin (27/10/2025).
Dosen Prodi Sain Data Terapan PENS menjelas sebelum uji coba akhir di 23 Oktober kemarin, alat ini juga telah melalui beberapa fase uji coba. Diantaranya pengujian awal di 25 September 2025.
Pada ujicoba itu tim peneliti memaparkan produk kepada Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. M. Krisna Triatmanto, M.Si, Kabag Administrasi Pembangunan, serta perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), DKPP, Camat Wates, dan perangkat kecamatan lainnya di Kabupaten Blitar.
Dilanjutkan dengan user testing selama 3 hari dengan melibatkan ASN dan pejabat di lingkungan Pemda, DKPP, Kecamatan Wates, dan Kecamatan Doko.
“User testing kami lakukan agar dapat menilai sejauh mana dasbor analitik ini mampu mendukung proses pengambilan keputusan, kemudahan interpretasi data, serta kesesuaian informasi dengan kebutuhan kerja lapangan. Lalu, dipengujian berikutnya kami melakukan usability testing kepada 53 mahasiswa Sarjana Terapan Sains Data Terapan PENS semester 5,” terang Ronny.
Uji coba kedua ini lebih menitik beratkan pada aspek kemudahan penggunaan, efisiensi, serta kepuasan pengguna umum terhadap sistem dan tampilan dasbor. Ronny berharap kedua uji coba ini akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum Agri-Dash diimplementasikan secara penuh di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, khususnya di DKPP dan Diskominfo.
Baca juga: Inovasi Pendidikan Jatim Melesat, Kemendagri Sebut Jadi Contoh Nasional
“Jika pasca pengujian kedua, terdapat beberapa perbaikan minor pada layout dan tampilan. Selebihnya performa dasbor terlihat mumpuni. Kami pun lantas melakukan beberapa perbaikan dan penyempurnaan. Dan kemarin telah kami sampaikan perbaikan itu agar dapat segera diimplementasikan di Kabupaten Blitar,” kata Ronny.
Ronny mengatakan jika timnnya memilih Kabupaten Blitar sebagai lokasi uji coba dan implementasi awal, mengingat potensi pertaniannya yang besar serta kontribusinya terhadap kinerja pertanian Jawa Timur.
Berdasarkan Laporan Perekonomian Jawa Timur tahun 2024, Kabupaten Blitar berperan penting sebagai salah satu sentra produksi pertanian, melalui berbagai komoditas unggulan di antaranya Padi (sawah), Jagung, Kacang Tanah, Tebu, Kelapa.
Dampak perubahan iklim menjadi salah satu tantangan kinerja pertanian di Jawa Timur. Agri-Dash v0.0 menampilkan peta komoditas tiap kecamatan, prediksi hasil tanaman pangan dan hortikultura, serta rekomendasi komoditas sesuai musim kemarau dan penghujan.
“Dasbor ini memiliki nilai komersial yang besar dan berpotensi menjadi bagian integral dari platform digital daerah yang adaptif dan berbasis data,” ungkapnya.
Baca juga: Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Resmikan Inovasi LAKUWAL
Ronny pun berharap inovasi ini menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara PENS dan pemerintah daerah.
“Ke depan jika implementasi di Kabupaten Blitar ini berjalan dengan baik, model serupa dapat direplikasi di kabupaten lain untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,”tegasnya.
Sementara itu, Respon para pemangku kepentingan Kabupaten Blitar pasca uji coba akhir sangat positif. Pemerintah daerah menilai Agri-Dash sebagai langkah konkret menuju digitalisasi tata kelola pangan daerah.
“Kami apresiasi inovasi yang dikembangkan oleh dosen PENS ini. Pihaknnya menyambut baik rencana kerja sama lanjutan untuk mendukung penerapan pertanian presisi dan pengambilan keputusan berbasis data,” ujar Kepala DKPP Kabupaten Blitar, Ir. Setiyana, MM.
Editor : Fahrizal Tito
