Muak Gaduh! Ribuan Massa Turun Jalan Gaungkan Jogo Probo

Muak Gaduh! Ribuan Massa Turun Jalan Gaungkan Jogo Probo © mili.id

Ribuan masyarakat turun jalan serukan jogo probo di depan gedung Pemkab Probolinggo (foto:dok)

Mili.id– Pemandangan kontras yang mencengangkan terjadi di Kabupaten Probolinggo, Senin (5/1/2025). Sekelompok kecil dari Aliansi LSM yang menggelar demonstrasi dengan 10 orang justru mati kutu saat "diluruk" oleh gelombang ribuan massa yang mengatasnamakan diri "Jogo Probo".

Aksi ribuan massa itu dilakukan lantaran muak dengan kelakuan LSM tersebut yang acap kali membuat kegaduhan demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

Baca juga: Gus Haris Larang ASN Pemkab Probolinggo Gunakan Kendaraan Dinas Untuk Mudik Lebaran 2026

Gerakan seruan warga ini murni lahir dari spontanitas. Kabar mengenai rencana aksi demo dari kelompok kecil yang dinilai masyarakat kerap mencari kesalahan dan menciptakan kegaduhan demi keuntungan pribadi, memicu kemarahan kolektif warga.

Masyarakat yang mengaku sudah bosan dan lelah dengan "ancaman sedikit-sedikit demo" yang menghambat kinerja pemerintah, akhirnya memutuskan turun ke jalan tanpa komando terpusat.

Di lapangan, situasi terlihat bagaikan bumi dan langit. Suara 10 orang pendemo dari Aliansi LSM tersebut seketika tenggelam oleh gemuruh ribuan pemuda dan warga yang datang dengan satu tekad: mengawal pembangunan dan menjaga kondusifitas.

"Kami datang karena kami sudah muak. Sedikit-sedikit demo, sedikit-sedikit bikin gaduh. Padahal tujuannya cuma untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka saja. Pembangunan jadi terhambat," ujar Rudy salah satu peserta aksi Jogo Probo dengan nada geram.

Baca juga: Atlet Arung Jeram Probolinggo yang Lumpuhkan Begal Dapat Penghargaan

Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Probolinggo kini berdiri tegak di belakang pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan berjalan tanpa gangguan dari oknum-oknum oportunis.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Jogo Probo, Imron, menegaskan bahwa kehadiran ribuan orang ini adalah bentuk "pagar betis" masyarakat terhadap daerahnya. Ia memperingatkan kelompok-kelompok kecil tersebut untuk berhenti mengganggu stabilitas Kabupaten Probolinggo.

"Kami siap datang kapan saja tanpa diperintah, kami bergerak karena hati nurani. Kami siap menghadapi siapapun yang menghalangi pembangunan daerah menjadi lebih baik," tegas Imron di hadapan massa.

Baca juga: Dongkrak Wisata Alam Probolinggo Lewat The Seven Lakes Festival 2025

Melihat jumlah pendemo lawan yang hanya segelintir, Imron menekankan bahwa kekuatan rakyat yang sebenarnya jauh lebih besar daripada yang terlihat hari ini.

"Ini belum seberapa. Jika mereka masih coba main-main dan bikin rusuh lagi, akan ada massa yang jauh lebih besar lagi yang siap turun," pungkasnya yang disambut riuh semangat ribuan warga.

Editor : Inung



Berita Terkait