PBSI Mantapkan Roadmap Prestasi, Olimpiade 2028 Jadi Target Utama Pembinaan

PBSI Mantapkan Roadmap Prestasi, Olimpiade 2028 Jadi Target Utama Pembinaan © mili.id

Rapat analisa dan evaluasi (Anev) rencana kerja 2026 yang digelar di Pelatnas Cipayung, Jakarta, 6 Januari 2026. (PBSI)

Mili.id-Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) kian memantapkan arah pembinaan prestasi nasional dengan menempatkan Olimpiade Los Angeles 2028 sebagai target utama. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat analisa dan evaluasi (Anev) rencana kerja tahun 2026 yang digelar di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

Rapat Anev menjadi forum strategis bagi PBSI untuk menyelaraskan kebijakan, mengevaluasi kinerja organisasi, sekaligus memperkuat sinergi antarbidang dalam mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan. Seluruh agenda yang dibahas diarahkan untuk memastikan kesiapan bulutangkis Indonesia menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Baca juga: Duel Panas Uber Cup 2026: Indonesia Tantang Tuan Rumah Denmark Malam Ini!

Agenda rapat diawali dengan pemaparan laporan oleh Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, sebelum dilanjutkan dengan arahan Ketua Umum PBSI, Fadil Imran. Dalam sambutannya, Fadil menekankan pentingnya menjalani tahun kerja 2026 dengan pendekatan yang disiplin, fokus, dan konsisten, tanpa terjebak euforia sesaat.

“Setiap program harus terukur dan memberikan dampak langsung terhadap kesiapan atlet, baik dari sisi teknis, fisik, mental, maupun manajemen pendukung. Fokus kita adalah membangun prestasi secara berkelanjutan,” tegas Fadil.

Baca juga: Putri KW Antisipasi Permainan Alot Michelle Li di Laga Perdana India Open 2026

Sejumlah bidang strategis turut memaparkan laporan, di antaranya Bidang Pembinaan Prestasi, Turnamen, Prestasi Daerah, Teknologi Informasi dan Riset Pengembangan, serta Hubungan Luar Negeri. Paparan tersebut menjadi dasar evaluasi sekaligus penyusunan langkah konkret menuju target jangka panjang.

Fadil juga menegaskan bahwa Pelatnas Cipayung merupakan pusat dari seluruh arah kebijakan dan kerja organisasi PBSI. Dari tempat inilah fondasi pembinaan atlet nasional dibangun untuk menghadapi berbagai ajang besar dunia.

Baca juga: Modal Kemenangan, Putri KW Siap Buka Musim di Malaysia Open 2025

“Pembinaan jangka pendek dan menengah harus terkelola dengan rapi dan terhubung jelas dengan peta jalan prestasi jangka panjang menuju Olimpiade 2028,” ujarnya.

Menurut Fadil, kekuatan PBSI tidak semata ditentukan oleh performa atlet di lapangan, tetapi juga oleh soliditas organisasi serta kekuatan ekosistem pendukung di belakangnya. Dengan fondasi yang kokoh, PBSI optimistis mampu menjaga tradisi prestasi bulutangkis Indonesia di level dunia.

Editor : Redaksi



Berita Terkait