Pelaksanaan Vaksinasi di Sampang Pantura/Foto:Irul
Mili.id - Warga Sampang wilayah Pantura, yang awalnya enggan melakukan vaksin, kini berubah pikiran. Mereka mulai antusias mendukung program pemerintah tersebut dengan berduyun-duyun datang ke Puskesmas setempat.
Antusias warga untuk menyukseskan vaksinasi disambut baik Sekretaris MWC NU Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Syueb. Dia mengakui, bahwa masyarakat awalnya banyak yang apatis bahkan tendensius untuk bervaksin lantaran terkontaminasi hoax yang menyebar di media sosial.
Baca juga: Khofifah Gelar Pasar Murah Jaga Daya Beli Masyarakat
Namun setelah ada pemahaman dari Satgas Covid-19, pihak Puskesmas dan kepala desa akan pentingnya vaksin. Maka masyarakat sangat antusias sekali bahkan rebutan untuk divaksin.
"Mereka saat ini sudah tidak takut lagi untuk ikut vaksin," katanya saat dihubungi.
Di samping itu Syueb memaparkan, ada pula peran Ulama, tokoh masyarakat, pengurus dan Banom NU, selalu pro aktif dalam mensosialisakan dan memberi pemahaman terkait pentingnya vaksinasi.
"Tetapi kendala kadang yang muncul diakar rumput adalah asumsi yang tidak ilmiah, tetapi menjadi keyakian kalau vaksin itu bahaya," beber dia.
Sehingga Ulama dan tokoh terus membantah dan berpartsipasi aktif guna menyukseskan program pemerintah ini, yang mana manfaatnya kembali pada masyarakat itu sendiri.
"Kami bersyukur karena ekspektasi terus meluas dan kesadaran masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya. Jujur itu butuh waktu, sosial-kultur masyakar desa sangatlah berbeda dengan perkotaan." ujarnya.
Ia pun mengimbau kepada warga, khususnya Nahdhiyin untuk segera melakukan vaksinasi. Sebab dengan vaksinasi bisa menjaga imun atau ketahanan tubuh, sebagai ikhtiar menangkal penyebaran ganasnya serangan Covid-19
"Kami imbau pada warga nahdiyyin yang belum melakukan vaksinasi segera kepuskesmas setempat utamanya warga sokobanah." seru dia.
Aktivis Sosial asal Pantura Sampang, Johari yang juga ikut vaksinasi menjabarkan, sebagai warga negara yang baik, tidak seharusnya kita menolak untuk vaksin, dengan bervaksin lanjut dia, akan menambah kekebalan tubuh.
"Saya sebenarnya juga penasaran, apakah benar anggapan orang setelah di vaksin ada gangguan pada tubuh, tapi Alhamdulillah sampai saat ini saya tidak merasakan apa-apa." tegas dia.
Vaksin Kian menipis
Antusias warga Sampang Pantura untuk mendapatkan vaksin menyebabkan habisnya stok Vaksin Sinovac, hal ini sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Banyuates dan Ketapang, Pantauan media lokal, banyak warga dari luar Kecamatan Banyuates seperti warga Ketapang bervaksin ke Puskesmas Bringkoning, Kecamatan Banyuates.
"Informasinya vaksin di Puskesmas Ketapang telah habis, makanya kami ingin melakukan vaksin ke Puskesmas Bringkoning,” kata warga.
Begitupula dengan warga Kecamatan Banyuates, ia mengaku vaksin di Puskesmas Banyuates telah habis.
"Jadi (kami) diarahkan vaksinasi ke Puskesmas Bringkoning. Tapi di Puskesmas Banyuates juga stok vaksin telah habis,” ujarnya.
Baca juga: Khofifah Luncurkan PELITA ASN Perkuat Ketahanan Keluarga
Kepala Puskesmas Banyuates dr. Endang Murdaningrum, membenarkan jika vaksin untuk masyarakat telah habis. Warga Banyuates pun yang hendak melakukan vaksinasi diimbau ke Puskesmas Bringkoning.
“Iya benar, Puskesmas Banyuates saat ini kehabisan stok untuk vaksin tahap pertama ini," terangnya.
"Kalau yang tahap ke dua masih ada sebanyak 13 vaksin."beber dia.
Hal ini diperkuat oleh Plt Puskesmas Ketapang dr. Rabby Natiqoh, Ia menyatakan bahwa ketersediaan Vaksin Sinovac sangat terbatas, dan difokuskan pada vaksin tahap dua, utamanya di Kabupaten Sampang.
Sehingga ia berharap Pemprov Jatim segera menyalurkan vaksin tersebut.
"Bukan habis, tapi terbatas, Mudah-mudahan Vaksin Sinovac segera didrop dari provinsi. Mengingat semakin meningkatnya antusiasme masyarakat untuk vaksin," imbuhnya.
Sementara di Kecamatan Sokobanah, Vaksinasi dilakukan di Balai Desa Bira Timur, perangkat desa maupun masyarakat sangat antusias terhadap pelaksanaan vaksinasi.
Sebelum divaksin, warga terlebih dulu dilakukan pemeriksaan melalui tracing tim kesehatan Puskesmas Batu Lenger. Kepala Desa Bira Timur Pathorahman sangat mengapresiasi akan kesadaran warganya untuk melakukan vaksinasi,
“Kami (Pemdes Bira timur) tidak pernah memaksa mereka untuk vaksin, tapi ini kesadaran mereka sendiri," ucap dia.
Baca juga: Gibran Apresiasi Khofifah, Ekonomi Jatim Lampaui Nasional
Terhadap pelaksanaan vaksinasi yang disambut baik oleh warga, Camat Sokobanah Abdul Fatah turut angkat suara, ia berharap adanya kerjasama dari semua pihak terkait infromasi seputar vaksin. Yakni jangan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita hoax, utamanya efek setelah menerima vaksin.
“Ini perlu kesadaran bersama, jalinan kerjasama dari semua belah pihak, kita upayakan agar jangan termakan berita-berita hoax, dan saya meminta kepada media untuk berkerja sama untuk memberitakan yang positif khususnya yang berkaitan dengan vaksin, vaksinasi bukan hanya untuk kalangan pemerintah saja tapi untuk kita semua,” harapnya.
14 Puskesmes Kekurangan Vaksin
Tidak hanya di Kecamatan Banyuates dan Ketapang yang mengalami keterbatasan stok vaksin, tetapi kekurangan vaksin juga dialami oleh sejumlah kecamatan.
Dalam hal ini, Plt Dinas Kesehatan Sampang, Agus Mulyadi membeberkan, hampir 14 Puskesmas di Kabupaten Sampang kehabisan Vaksin Sinovac.
Penyebabnya, menurut dia, lantaran antusiasme masyarakat untuk melakukan vaksin sangat tinggi,
“Stok vaksin sinovac dari pemerintah pusat yang turun ke Sampang sekitar 100 ribu. Namun, sekarang stok sudah mulai menipis. Untuk stok berikutnya kami menunggu kabar dari pemerintah pusat,” papar Agus.
“Kami sudah melakukan pengajuan terkait stok vaksin berikutnya ke Gubernur Jatim, semoga dalam minggu ini sudah ada kabar untuk stok vaksin berikutnya,” pungkasnya.
Editor : Redaksi
