Bakso Son Hajisony, Legenda 30 Tahun yang Tetap Jadi Andalan Warga Lampung

Bakso Son Hajisony, Legenda 30 Tahun yang Tetap Jadi Andalan Warga Lampung © mili.id

Di tengah ragam kuliner khas Lampung yang menggoda selera, satu nama tetap bertahan sebagai destinasi favorit lintas generasi: Bakso Son Hajisony. Berdiri sejak 1996, warung bakso ini konsisten menjaga cita rasa selama hampir tiga dekade dan menjadi andal

Mili.id– Di tengah ragam kuliner khas Lampung yang menggoda selera, satu nama tetap bertahan sebagai destinasi favorit lintas generasi: Bakso Son Hajisony. Berdiri sejak 1996, warung bakso ini konsisten menjaga cita rasa selama hampir tiga dekade dan menjadi andalan warga lokal hingga wisatawan.

Lampung memang dikenal dengan kekayaan kulinernya, mulai dari Seruit hingga Tempoyak. Namun di balik identitas tersebut, bakso justru menjadi pilihan “comfort food” yang tak pernah sepi peminat. Di antara banyaknya penjual bakso, Bakso Son Hajisony menempati posisi istimewa sebagai salah satu yang tertua dan paling legendaris di Bandar Lampung.

Baca juga: Ribuan Warga Padati Alun-alun Jember, MAKI Jatim Sulap Festival Kopi dan Tembakau Jadi Panggung UMKM Lokal

Berdiri Sejak 1996, Kini Punya Beberapa Cabang
Warung yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi No.42 A, Durian Payung, Tanjung Karang Pusat ini pertama kali dirintis oleh Haji Sony pada 1996. Tiga puluh tahun berselang, eksistensinya tetap kuat. Bahkan, Bakso Son Hajisony telah melebarkan sayap dengan membuka beberapa cabang di luar Lampung.

Konsistensi rasa menjadi kunci utama. Sejak awal berdiri hingga kini, racikan bakso disebut tak pernah berubah. Hal inilah yang membuat pelanggan setia terus kembali, dari generasi ke generasi.

Dalam kunjungan tim detikcom saat perjalanan Road Trip bersama Aletra L8, suasana makan malam di warung ini tampak padat. Pengunjung didominasi keluarga yang telah lama berlangganan, serta wisatawan yang penasaran mencicipi popularitasnya. Untuk mendapatkan meja kosong, pengunjung perlu sedikit bersabar.

Tekstur Kenyal Garing, Dominan Daging Sapi
Menu andalan di sini adalah bakso urat dan bakso campur. Seporsi bakso urat berisi lima butir bakso lengkap dengan tetelan, disajikan dalam kuah bening yang sedikit keruh dan minim lemak. Sementara bakso campur hadir dengan tambahan tahu cokelat yang lembut.

Baca juga: Mudik ke Sidoarjo: Wisata Seru dan Kuliner Ikan Segar Jadi Daya Tarik Libur Lebaran

Saat digigit, tekstur bakso terasa garing di bagian luar dan kenyal di dalam. Serat daging sapi terlihat jelas, menandakan komposisi daging yang dominan dibandingkan bahan campuran lainnya. Kuahnya gurih namun ringan, tanpa meninggalkan rasa berminyak berlebih di langit-langit mulut.

Mie Ayam dengan Sentuhan Acar
Tak hanya bakso, mie ayam di sini juga memiliki ciri khas tersendiri. Penyajiannya relatif cepat, dengan komposisi mie, ayam cincang, sawi rebus, dan topping acar timun yang jarang ditemui di tempat lain.

Acar tersebut memberikan sensasi segar yang menyeimbangkan rasa manis gurih ayam cincang yang kaya aroma rempah seperti lengkuas dan daun jeruk. Jika menginginkan cita rasa lebih berkaldu, pengunjung dapat menambahkan kuah yang berasal dari kaldu bakso.

Baca juga: Optimisme Mas Rio Pasar Ikan Segar Jadi Ikon Wisata Kuliner Situbondo

Dengan harga berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000, serta fasilitas makan di tempat, area parkir, dan layanan bawa pulang, Bakso Son Hajisony tetap menjadi destinasi kuliner yang layak disambangi saat berada di Bandar Lampung.

Tiga dekade bertahan bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa konsistensi rasa dan kualitas mampu menjaga kepercayaan pelanggan di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat.

Editor : Redaksi



Berita Terkait