Jawa Timur

Khofifah Ajak Masyarakat Masif Tanam Mangrove Demi Generasi Mendatang

Khofifah Ajak Masyarakat Masif Tanam Mangrove Demi Generasi Mendatang © mili.id

Mili.id – Memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memasifkan gerakan menanam dan merawat mangrove sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Menurut Khofifah, pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang dalam menghadapi ancaman perubahan iklim, abrasi pantai, hingga menjaga keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

Baca juga: Khofifah Lepas 45 Kontingen LKS Jatim, Optimistis Pertahankan Juara Umum

"Menjaga mangrove berarti menjaga garis pantai, melindungi keanekaragaman hayati, memperkuat ketahanan masyarakat pesisir, sekaligus mengamankan masa depan anak cucu kita. Karena itu, perlindungan mangrove harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan," ujar Khofifah dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, Minggu (26/7).

Mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang", Khofifah menegaskan bahwa mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami kawasan pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, hingga intrusi air laut. Selain itu, ekosistem mangrove juga dikenal memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap pengendalian pemanasan global.

Tak hanya berdampak bagi lingkungan, keberadaan hutan mangrove juga menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir. Kawasan tersebut menjadi habitat berbagai biota laut seperti ikan, udang, kepiting, kerang, hingga burung yang mendukung produktivitas nelayan.

"Ketika mangrove tumbuh dengan baik, ekosistem laut di sekitarnya juga ikut hidup. Ada ikan, udang, dan kepiting. Sumber penghidupan nelayan menjadi lebih dekat sehingga mereka tidak harus melaut terlalu jauh untuk memperoleh hasil tangkapan," katanya.

Khofifah mengungkapkan, luas ekosistem mangrove di Jawa Timur terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, luas mangrove di Jatim mencapai 31.067 hektare pada 2025, meningkat dibandingkan 30.839 hektare pada 2024 dan 27.221 hektare pada 2021.

Baca juga: Jatim Kembali Pimpin Nasional, Nilai Transaksi Kelompok Tani Hutan Tembus Rp644 Miliar

Capaian tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan 47,85 persen kawasan mangrove di Pulau Jawa, atau hampir separuh dari total luasan mangrove di pulau tersebut.

"Capaian ini bukan sekadar angka. Ini merupakan hasil kerja kolaboratif pemerintah, masyarakat pesisir, akademisi, komunitas lingkungan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan yang selama ini bersama-sama menanam, merawat, serta menjaga mangrove," ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, juga terus mengembangkan berbagai program pelestarian lingkungan, di antaranya Gerakan Nandur Mangrove dan Festival Mangrove yang telah digelar secara konsisten selama tiga tahun terakhir sebagai sarana edukasi, promosi, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ekosistem pesisir.

Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari keberhasilan bibit tersebut tumbuh, bertahan hidup, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat.

Baca juga: Khofifah Jadikan Indo Market Hong Kong Gerbang UMKM Jatim Tembus Pasar Global

"Menanam merupakan langkah awal. Setelah itu, mangrove harus dirawat, dijaga, dan dipastikan tumbuh dengan baik. Keberhasilan rehabilitasi tidak hanya dihitung dari berapa banyak bibit yang ditanam, tetapi seberapa banyak yang bertahan hidup dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat," tegasnya.

Ia pun mengajak pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas, organisasi masyarakat, pelaku usaha, hingga masyarakat pesisir untuk memperkuat kolaborasi dalam pelestarian mangrove yang terintegrasi dengan edukasi, penelitian, ekowisata, serta pemberdayaan ekonomi warga.

"Setiap mangrove yang kita tanam dan jaga hari ini merupakan warisan kehidupan bagi generasi mendatang. Menjaga mangrove adalah menjaga masa depan bersama," pungkas Khofifah.

Editor : Redaksi



Berita Terkait