Dunia Terancam Krisis, Bahlil Lahadalia Tegaskan Energi Indonesia Tetap Aman

Dunia Terancam Krisis, Bahlil Lahadalia Tegaskan Energi Indonesia Tetap Aman © mili.id

Mili.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok energi nasional tetap aman meskipun dunia tengah menghadapi tekanan akibat krisis geopolitik global.

Dilansir dari antara, Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasok energi dunia. Ia memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, baik bensin, solar, maupun LPG, dalam kondisi mencukupi.

Baca juga: Komisi XII DPR Dukung BBM Rp15.000 untuk Pengusaha Perikanan, Tata Kelola Jadi Sorotan

“Sekalipun hampir seluruh dunia terdampak, kita bersyukur stok energi di Indonesia tetap terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Kamis.

Bahlil menjelaskan, cadangan minyak nasional saat ini berada pada kisaran 21 hingga 28 hari, sesuai dengan standar minimum yang ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan berarti stok akan habis dalam periode tersebut, karena pasokan terus diperbarui melalui distribusi dan produksi dari kilang dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga telah mengantisipasi gangguan pasokan global dengan mengalihkan sebagian sumber impor minyak mentah dari kawasan yang terdampak konflik ke negara alternatif. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Baca juga: Pertamina Turunkan Harga Sejumlah BBM Nonsubsidi Mulai 1 Juli 2026

Di sisi lain, situasi global menunjukkan tekanan yang semakin nyata. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Teluk Persia memicu gangguan distribusi energi, terutama setelah Iran menguasai Selat Hormuz—jalur strategis pengiriman minyak dunia.

Dampaknya sudah dirasakan sejumlah negara. Filipina, misalnya, telah menetapkan status darurat energi nasional akibat terganggunya pasokan dan meningkatnya harga bahan bakar.

Baca juga: Pertamina Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Juli 2026, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Signifikan

Meski demikian, pemerintah Indonesia tetap optimistis mampu menjaga ketahanan energi dalam negeri. Bahlil juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) serta menggunakan energi secara bijak.

Langkah-langkah strategis yang dilakukan pemerintah, mulai dari diversifikasi sumber impor hingga optimalisasi kilang dalam negeri, diharapkan mampu menjaga stabilitas energi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Editor : Redaksi



Berita Terkait