Jawa Timur

Harga Sembako di Jawa Timur Fluktuatif, Minyak Goreng dan Cabai Naik, Telur Kampung Turun

Harga Sembako di Jawa Timur Fluktuatif, Minyak Goreng dan Cabai Naik, Telur Kampung Turun © mili.id

ilustrasi sembako

Mili.id - Pergerakan harga bahan pokok di Jawa Timur kembali menunjukkan dinamika. Berdasarkan data terbaru Kamis (16/4/2026), sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya justru turun.

Kenaikan harga tercatat pada minyak goreng kemasan premium, garam, serta cabai merah. Minyak goreng kemasan premium kini berada di kisaran Rp21.229 per liter atau naik sekitar 1,16 persen. Sementara itu, garam bata melonjak cukup signifikan hingga 16,98 persen menjadi Rp2.089 per buah, dan garam halus naik 4,65 persen ke Rp9.767 per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai dan Elpiji di Jatim Naik

Komoditas cabai juga menunjukkan tren kenaikan. Harga cabai merah keriting naik sekitar 3,29 persen menjadi Rp35.031 per kilogram, sedangkan cabai merah besar meningkat 1,38 persen menjadi Rp35.708 per kilogram.

Di sisi lain, harga telur ayam kampung mengalami penurunan cukup terasa, yakni sekitar 3,31 persen menjadi Rp44.754 per kilogram. Penurunan ini menjadi kabar baik bagi konsumen di tengah kenaikan beberapa bahan pokok lainnya.

Secara umum, harga kebutuhan pokok lain relatif stabil. Beras premium tercatat Rp14.844 per kilogram, beras medium Rp12.908 per kilogram, serta gula kristal putih Rp17.439 per kilogram. Daging sapi berada di kisaran Rp123.321 per kilogram, sementara daging ayam ras Rp35.241 per kilogram.

Baca juga: Hari Kartini 2026, Kapolres Metro Bekasi Bagikan 400 Paket Sembako untuk Perempuan Pekerja

Fluktuasi harga ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca, biaya produksi, hingga kebijakan pemerintah. Cuaca ekstrem, misalnya, dapat mengganggu pasokan hasil pertanian dan memicu kenaikan harga, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai.

Selain itu, perubahan biaya distribusi, nilai tukar mata uang, serta dinamika permintaan dan penawaran juga turut memengaruhi pergerakan harga di pasar. Jika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga cenderung naik, begitu pula sebaliknya.

Baca juga: Harga Sembako di Jawa Timur Bergerak Dinamis, LPG dan Minyak Naik, Cabai hingga Daging Ayam Turun

Kondisi ini membuat pemantauan harga sembako menjadi penting bagi masyarakat. Selain membantu mengatur pengeluaran rumah tangga, informasi harga juga menjadi acuan dalam menjaga stabilitas belanja di tengah ketidakpastian ekonomi.

Pemerintah diharapkan terus memantau perkembangan harga dan menjaga stabilitas pasokan agar gejolak harga tidak semakin membebani masyarakat.

Editor : Redaksi



Berita Terkait