Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyerahkan Surat Keptusan Provinsi Lampung tuan rumah Porwanas 2027 usai rapat pleno PWI Pusat bersama PWI Lampung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Mili.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi menyerahkan surat keputusan (SK) penetapan Lampung sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional 2027.
Penyerahan SK tersebut dilakukan usai rapat pleno PWI Pusat bersama PWI Lampung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir atau Cak Munir, menegaskan bahwa keputusan ini menjadi dasar resmi bagi Lampung untuk mulai melakukan berbagai persiapan sebagai tuan rumah Porwanas 2027.
“Penetapan ini sudah dituangkan dalam surat keputusan PWI Pusat dan menjadi pedoman bagi PWI Lampung dalam menyiapkan pelaksanaan Porwanas,” ujarnya.
Selain Porwanas, Lampung juga akan menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional 2027 (HPN) yang dijadwalkan berlangsung bersamaan pada pekan kedua April 2027. Namun, fokus utama saat ini adalah percepatan kesiapan teknis untuk Porwanas sebagai ajang olahraga wartawan tingkat nasional.
Baca juga: PWI Pusat Minta Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan, Tegaskan Martabat Pers Harus Dihormati
Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, menyatakan pihaknya telah menerima SK bernomor 077-PLP/PP-PWI/IV/2026 tersebut dan siap menindaklanjutinya.
“SK dari PWI Pusat ini menjadi landasan kami untuk bergerak cepat mempersiapkan Porwanas 2027 di Lampung,” katanya.
Baca juga: PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru
Ia menambahkan, dokumen resmi tersebut akan segera disampaikan kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, guna memperkuat dukungan pemerintah daerah dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
Dengan diserahkannya SK ini, Lampung resmi memasuki tahap awal persiapan sebagai tuan rumah Porwanas 2027, yang diharapkan tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi promosi daerah dan penguatan solidaritas insan pers di Indonesia. (*)
Editor : Erwin Muhammad
