Mili.id — Popularitas sushi dan sashimi di Indonesia terus meningkat seiring menjamurnya restoran Jepang di berbagai kota besar. Namun, preferensi masyarakat masih didominasi oleh menu berbahan dasar salmon.
Marketing Manager Sushiro Indonesia, Yasmine Raudya, mengungkapkan bahwa salmon menjadi pilihan utama konsumen, disusul oleh maguro atau tuna.
“Top product kami itu salmon nomor satu, baru kemudian maguro. Jadi memang banyak konsumen masih mengasosiasikan sushi dengan salmon,” ujarnya.
Selain preferensi yang terbatas, faktor lain yang memengaruhi minat masyarakat adalah kekhawatiran terhadap makanan mentah. Yasmine menyebut sebagian konsumen masih ragu mencoba jenis sushi tertentu, seperti udang mentah.
Meski demikian, tingkat penerimaan berbeda di tiap wilayah. Konsumen di kawasan Jakarta Pusat dinilai lebih terbuka mencoba berbagai jenis sushi, terutama kalangan pekerja kantoran yang sudah memiliki pengalaman kuliner di Jepang.
Sementara itu, di wilayah utara Jakarta Utara, menu unagi atau sidat menjadi salah satu favorit, meski pilihan sering dipengaruhi promo. Berbeda lagi dengan konsumen di Depok yang lebih memperhatikan aspek kehalalan, sehingga restoran menyediakan saus dengan jaminan halal.
Untuk memperluas preferensi konsumen, Sushiro menghadirkan menu spesial tuna sirip biru atau blue fin yang dikenal sebagai “raja tuna”. Dagingnya berwarna merah gelap dengan kandungan lemak tinggi, menghasilkan tekstur lembut dan rasa cenderung manis. Menu ini ditawarkan secara terbatas dengan harga Rp65 ribu untuk tiga potong.
Di sisi lain, restoran juga mulai memanfaatkan bahan baku lokal sebagai alternatif pasokan impor. Salah satunya adalah udang vaname dari Sulawesi serta ikan baramundi dari Kepulauan Seribu yang telah melalui proses kurasi ketat untuk menjaga kualitas.
“Dari kantor pusat di Jepang, mereka bahkan menyebut udang di sini lebih segar,” kata Yasmine.
Untuk menjaga kualitas, restoran menerapkan teknologi pemantauan kesegaran dengan chip pada setiap piring. Sistem ini mengukur durasi sushi sejak dibuat hingga dikonsumsi. Sushi yang melewati batas tertentu akan ditarik untuk menjaga standar kualitas.
Mayoritas menu kini juga disajikan berdasarkan pesanan langsung agar kesegaran lebih terjamin. Selain itu, Sushiro menghadirkan opsi porsi satu potong (one piece) agar pelanggan dapat mencoba lebih banyak varian dengan harga terjangkau.
Struktur harga pun disesuaikan, mulai dari Rp14.000 hingga Rp33.000 per piring, sekaligus menghapus kategori harga tertinggi sebelumnya agar menu premium lebih mudah diakses konsumen.
Editor : Redaksi
