Jawa Tengah

Daycare di Umbulharjo Digerebek, Dugaan Kekerasan Anak Picu Kehebohan

Daycare di Umbulharjo Digerebek, Dugaan Kekerasan Anak Picu Kehebohan © mili.id

Mili.id — Dugaan kasus penganiayaan anak di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, memicu kehebohan publik setelah viral di media sosial. Kasus ini mencuat kesaksian sejumlah orang tua yang mengaku anak-anak mereka mengalami perlakuan tidak layak selama dititipkan.

Dilansir dari detikJogja, Sabtu (25/4/2026), informasi awal terkait peristiwa ini beredar melalui unggahan akun Instagram @merapi_uncover. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa lokasi daycare yang diduga menjadi tempat terjadinya kekerasan telah dipasangi garis polisi.

Baca juga: Pimpinan Daycare Jogja Diduga Terlibat Aktif dalam Praktik Kekerasan terhadap Anak

Unggahan itu juga mengungkap dugaan adanya perlakuan tidak pantas terhadap anak-anak, berdasarkan kesaksian orang tua hingga ulasan di platform digital seperti Google Maps dan Threads. Para orang tua mengaku terpukul setelah mengetahui dugaan tindakan yang dialami anak-anak mereka.

Disebutkan dalam laporan yang beredar, anak-anak diduga mengalami berbagai bentuk kekerasan, mulai dari perlakuan kasar hingga penganiayaan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian.

Baca juga: Daycare Tak Berizin di Yogyakarta Terbongkar, Dugaan Penganiayaan Anak Diselidiki

“Benar, Satuan Reserse Polresta Jogja pada Jumat sore telah melakukan penggerebekan di sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo,” ujarnya.

Polisi menduga terdapat oknum pengelola daycare yang terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap anak. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta dan pihak yang bertanggung jawab.

Baca juga: KPAI Desak Daycare Little Aresha Ditutup Permanen Usai Kasus Kekerasan Anak

Adrian menambahkan, dugaan pelanggaran tersebut berkaitan dengan tindakan memperlakukan anak secara tidak layak, termasuk kemungkinan penelantaran maupun kekerasan dalam lingkungan penitipan.

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan fasilitas penitipan anak. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan resmi.

Editor : Redaksi



Berita Terkait