Google Tambah 25 Juta Pelanggan Baru di Awal 2026, Langganan Jadi Motor Pertumbuhan

Google Tambah 25 Juta Pelanggan Baru di Awal 2026, Langganan Jadi Motor Pertumbuhan © mili.id

Mili.id — Raksasa teknologi Google mencatat lonjakan signifikan jumlah pelanggan berbayar pada kuartal pertama 2026. Berdasarkan laporan keuangan induk perusahaannya, Alphabet Inc., perusahaan berhasil menggaet 25 juta pelanggan baru dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Total pelanggan berbayar kini mencapai 350 juta secara global, meningkat dari 325 juta pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh layanan populer seperti YouTube dan Google One yang terus menarik minat pengguna untuk berlangganan.

Baca juga: Ratusan Peserta Antusias Ikuti Build with AI Surabaya 2026 yang Digelar GDG

Selain itu, pengembangan teknologi kecerdasan buatan juga turut memperkuat ekosistem Google. Layanan chatbot Gemini, yang kini terintegrasi dalam paket Google One, dilaporkan telah memiliki lebih dari 750 juta pengguna berdasarkan data kuartal sebelumnya.

Namun, di balik pertumbuhan pelanggan, kinerja pendapatan iklan YouTube justru berada di bawah ekspektasi pasar. Wall Street sebelumnya memproyeksikan pendapatan iklan mencapai 9,99 miliar dolar AS, tetapi realisasinya hanya sekitar 9,88 miliar dolar AS.

Baca juga: Terbongkar! Jaringan OTP Ilegal Bermodal Data Pribadi Ribuan Warga Dibekuk Polda Jatim

Penurunan ini dipengaruhi oleh strategi Google yang mendorong pengguna beralih ke layanan bebas iklan melalui YouTube Premium. Langkah tersebut memicu kekhawatiran investor terkait dampaknya terhadap bisnis iklan yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan.

CEO Alphabet, Sundar Pichai, menegaskan bahwa ke depan kinerja YouTube harus dilihat secara menyeluruh, yakni dari kombinasi pendapatan iklan dan langganan. Ia menyebut pergeseran model bisnis ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Baca juga: Bosan Layar Pintar, Gen Z Beralih ke Ponsel Jadul yang Lebih Sederhana

Secara tahunan, YouTube tetap menjadi mesin uang utama dengan total pendapatan lebih dari 60 miliar dolar AS dari iklan dan langganan. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan iklan tercatat sekitar 9,9 miliar dolar AS, tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perubahan pola konsumsi digital yang mengarah pada layanan berbayar dinilai menjadi tren global, sekaligus menandai transformasi model bisnis platform digital menuju pendapatan berbasis langganan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait