Mili.id-Riuh suara wajan beradu, aroma rempah yang menguar, hingga sorak penonton yang terpukau—semua akan berpadu dalam satu ruang bernama Chef Expo 2026. Ajang tahunan yang digagas Indonesian Chef Association (ICA) ini kembali hadir, membawa semangat baru dalam merayakan kekayaan kuliner Nusantara.
Bertempat di NICE PIK 2, Chef Expo tahun ini akan digelar selama empat hari, 6–9 Mei 2026. Sejak pertama kali dihelat pada 2018, ajang ini terus berkembang menjadi magnet bagi pecinta kuliner, profesional dapur, hingga generasi muda yang ingin menapaki jejak di dunia gastronomi.
Target 35.000 pengunjung bukan sekadar angka. Di baliknya, ada optimisme yang tumbuh dari meningkatnya minat masyarakat terhadap dunia kuliner. Chief Event Chef Expo 2026, Slamet Jarwanto, melihat fenomena ini sebagai sinyal positif: dapur bukan lagi sekadar ruang produksi, melainkan panggung kreativitas yang terus hidup.
Nama-nama besar pun siap meramaikan. Mulai dari Juna Rorimpandey yang dikenal dengan karakter tegasnya, hingga sosok legendaris Sisca Soewitomo yang akrab disapa Bunda Sisca. Ada pula Chandra Yudasswara, Yongki Gunawan, Mutho, hingga Axhiang yang akan berbagi panggung dan inspirasi.
Di antara gemerlap itu, satu momen yang dinanti adalah Black Box Challenge—kompetisi yang menuntut kreativitas tanpa batas. Juna Rorimpandey tak hanya akan tampil dalam demo masak, tetapi juga duduk di kursi juri bersama Ragil Imam Wibowo, menilai setiap detail rasa, teknik, dan inovasi para peserta.
Namun Chef Expo bukan hanya tentang kompetisi. Ia adalah perayaan. Dari Indonesian main course berbahan daging merah dan seafood, dessert modern yang artistik, hingga seni memahat buah (fruit carving), semua menghadirkan cerita tentang bagaimana tradisi dan inovasi saling bertemu.
Menariknya, tahun ini hadir kategori rijsttafel—warisan kuliner yang sarat sejarah. Penilaiannya dipimpin oleh Henry Alexie Bloem, sosok yang pernah meniti karier di restoran berstandar Michelin Star di Belanda. Sebuah pengingat bahwa kuliner Indonesia memiliki tempat istimewa di panggung global.
Bagi Santo, menjaga warisan rasa adalah alasan utama acara ini terus hidup. Kuliner Indonesia, menurutnya, bukan sekadar makanan, tetapi identitas yang harus dirawat dan diperkenalkan lintas generasi.
Kolaborasi dengan PT Wakeni melalui pameran IISM dan Food & Beverage Indonesia turut memperkaya pengalaman pengunjung. Dari pameran produk hingga interaksi langsung dengan pelaku industri, Chef Expo menjadi ruang pertemuan antara inspirasi dan peluang.
Rencananya, acara ini akan dibuka oleh Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, dan ditutup oleh Ketua KADIN DKI Jakarta, Diana Dewi, sekaligus penyerahan penghargaan bagi para pemenang.
Pada akhirnya, Chef Expo 2026 bukan hanya soal siapa yang menang atau hidangan paling indah. Ia adalah tentang perjalanan rasa—tentang bagaimana dapur menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan kuliner Indonesia.
Editor : Erwin Muhammad
