Peran Perempuan Turunkan RW Kumuh di Jakarta, Pramono: Mereka Ujung Tombak Perubahan

Peran Perempuan Turunkan RW Kumuh di Jakarta, Pramono: Mereka Ujung Tombak Perubahan © mili.id

Mili.id - Pramono Anung menyebut perempuan memiliki peran besar dalam menurunkan jumlah Rukun Warga (RW) kumuh di Jakarta. Berkat keterlibatan aktif kelompok masyarakat seperti jumantik, PKK, dan dasa wisma, jumlah RW kumuh di ibu kota turun signifikan dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW pada 2026.

“RW kumuh menjadi 211. Siapa yang berperan untuk itu? Jumantik, PKK, dasa wisma. Dan ini ujung tombaknya perempuan semua,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (7/5).

Penurunan sebesar 52,58 persen tersebut menjadi salah satu capaian penting Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas permukiman warga. Pemerintah daerah juga akan terus memperdalam pendataan agar program penataan kawasan dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

Pramono mengatakan penanganan RW kumuh ke depan akan difokuskan pada wilayah padat penduduk, terutama di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Kawasan Tambora disebut menjadi salah satu daerah prioritas karena memiliki kompleksitas permukiman yang cukup tinggi.

Selain itu, Pramono juga menyoroti kontribusi perempuan terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,59 persen tidak lepas dari peran perempuan di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

“Enggak mungkin itu terjadi tanpa peran perempuan-perempuan yang ada di OPD DKI Jakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jakarta pada 2025 mencapai 95,5 dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jakarta sebesar 0,144 pada 2025, terendah secara nasional.

IKG sendiri mengukur ketimpangan laki-laki dan perempuan berdasarkan tiga aspek utama, yakni kesehatan reproduksi, pemberdayaan, serta keterlibatan di pasar tenaga kerja. Semakin kecil nilai IKG, maka semakin rendah tingkat ketimpangan gender di suatu wilayah.

Editor : Redaksi



Berita Terkait