Mili.id-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan terkait meningkatnya kewaspadaan terhadap hantavirus setelah kasus kematian terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Hingga kini, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi virus tersebut, sementara potensi kasus baru masih terus dipantau karena masa inkubasi bisa mencapai enam minggu.
Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus, serta beberapa spesies lain seperti tupai, hamster, dan marmut. Virus ini menjadi perhatian karena dapat menular ke manusia melalui paparan lingkungan yang terkontaminasi.
Baca juga: AKI Jawa Timur Turun Jadi 68,7, Lampaui Target WHO
Menurut laporan kesehatan internasional, penularan terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang berasal dari kotoran, urine, atau air liur hewan pengerat yang telah mengering. Kondisi ini membuat virus mudah tersebar di area tertutup atau kapal seperti MV Hondius yang menjadi lokasi kasus.
Baca juga: Prof. Masdalina Pane: Hantavirus Perlu Diwaspadai, Namun Risiko Pandemi di Indonesia Dinilai Kecil
WHO menegaskan pentingnya kebersihan lingkungan dan pengendalian populasi tikus untuk mencegah penyebaran lebih luas. Otoritas kesehatan di berbagai negara kini meningkatkan pemantauan, terutama di wilayah dengan aktivitas pelayaran dan permukiman padat.
Baca juga: Waspada Hantavirus! Satu Kasus Terdeteksi di Jawa Timur, Dinkes Minta Warga Jaga Kebersihan
Peningkatan kasus ini menjadi pengingat bahwa penyakit zoonosis masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan global dan membutuhkan respons cepat serta koordinasi internasional.
Editor : Redaksi
