Mili.id – PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya mulai melakukan langkah regenerasi besar-besaran dengan melibatkan generasi muda, khususnya Gen Z, dalam struktur kepengurusan partai. Strategi ini disiapkan untuk memperkuat mesin politik partai sekaligus mengejar target ambisius meraih 15 kursi DPRD Surabaya pada Pemilu 2029 mendatang.
Langkah tersebut ditegaskan dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDIP Surabaya yang dihadiri jajaran pengurus DPP, DPD, DPC, anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya, hingga seluruh pengurus PAC se-Kota Surabaya.
Baca juga: Penangkapan 24 Demonstran, LBH Soroti Hak Hukum
Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus kader senior PDIP, Armuji, menekankan pentingnya regenerasi politik di tubuh partai. Menurutnya, keterlibatan Gen Z bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menghadapi perubahan peta politik dan karakter pemilih masa depan.
“Penekanan kami sekarang minimal 50 persen anak-anak Gen Z masuk dalam jajaran pengurus,” ujar Armuji.
Menurutnya, kehadiran anak muda di struktur partai diharapkan mampu menghadirkan energi baru, ide segar, dan pola komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kalangan pemilih muda yang diperkirakan mendominasi Pemilu 2029.
Politik Tak Sekadar Jabatan
Dalam arahannya kepada para pengurus PAC, Armuji meminta kader partai tidak hanya berpikir sebagai politisi, tetapi juga menjadi “manusia politik” yang mampu memahami kebutuhan rakyat dan menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.
Ia menilai kader partai harus aktif mendengar aspirasi warga, membangun komunikasi yang baik, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas politik maupun pemerintahan.
“Jangan hanya jadi politisi. Jadilah manusia politik yang punya gagasan dan mau mendengar rakyat,” tegasnya.
Armuji juga mengingatkan seluruh kader agar tidak menyalahgunakan kekuasaan maupun program bantuan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Ia menegaskan PDIP tidak akan mentoleransi praktik penyalahgunaan bantuan sosial atau pungutan liar terhadap warga.
“Saya tidak mau dengar ada pengurus PAC menarik uang rakyat dari program-program bantuan. Kalau ada bukti, langsung kita evaluasi dan ganti,” katanya.
Pernyataan itu mendapat perhatian peserta Musancab karena dianggap sebagai bentuk penegasan disiplin internal partai sekaligus komitmen menjaga kepercayaan masyarakat.
Baca juga: FK UPN Veteran Jatim Edukasi 54 Lansia Cegah Sarkopenia, Banyak Peserta Baru Tahu Otot Bisa "Menua"
Media Sosial Jadi Arena Pertarungan Politik
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan Puti Guntur Soekarno menilai penguasaan media sosial akan menjadi faktor penting dalam memenangkan pertarungan politik pada Pemilu 2029.
Menurut cucu Bung Karno tersebut, partai politik saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola komunikasi konvensional. Anak muda dan pemilih perempuan kini lebih aktif mendapatkan informasi melalui platform digital dan media sosial.
“Hari ini partai lain berlomba merekrut anak muda. Kita tidak boleh tertinggal. Semua kader harus melek digital dan media sosial,” ujar Puti.
Ia menilai kader partai harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren komunikasi modern agar tetap relevan dengan generasi muda.
Penguatan kemampuan digital dinilai menjadi salah satu strategi penting PDIP Surabaya untuk memperluas pengaruh politik, membangun citra positif partai, serta menjangkau pemilih pemula yang jumlahnya terus meningkat.
Baca juga: Truk Tutup Trotoar, Disabilitas Terhalang, Keselamatan Pejalan Kaki Terancam
Gen Z Jadi Penentu Pemilu 2029
Fenomena keterlibatan Gen Z dalam politik diprediksi akan semakin besar menjelang Pemilu 2029. Generasi muda kini dianggap sebagai kelompok strategis yang dapat menentukan arah politik nasional maupun daerah.
Karakter Gen Z yang aktif di media sosial, kritis terhadap isu publik, dan cepat merespons informasi membuat partai politik mulai berlomba-lomba mendekati segmen tersebut.
PDIP Surabaya tampaknya menyadari perubahan besar itu. Dengan melibatkan Gen Z dalam struktur kepengurusan hingga tingkat PAC, partai berlambang banteng moncong putih tersebut ingin membangun regenerasi politik jangka panjang sekaligus memperkuat basis elektoral di Kota Pahlawan.
Musancab PDIP Surabaya sendiri ditutup dengan pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus PAC se-Kota Surabaya sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menuju agenda politik mendatang.
Dengan strategi regenerasi dan penguatan digitalisasi politik, PDIP Surabaya optimistis mampu menjaga dominasinya sekaligus meningkatkan perolehan kursi DPRD pada Pemilu 2029.
Editor : Redaksi
